Selebtek.suara.com - Relokasi yang berujung bentrok membuat Pulau rempang menjadi sorotan. Pulau ini rencananya akan dibangun proyek Rempang Eco City, sebuah proyek strategis nasional.
Pulau ini memiliki luas sekitar 165 kilometer persegi dan terdiri dari 16 perkampungan tua serta pemukiman warga asli dari berbagai suku, termasuk Suku Melayu, Suku Orang Laut, dan Suku Orang Darat.
Namun proyek seluas 17.000 hektar tersebut memaksa mereka untuk pindah dari tanah kelahiran. Proyek ini sendiri dikelola oleh PT Makmur Elok Graha, sebuah anak perusahaan dari pengusaha sukses Tomy Winata (TW).
Selain keragaman budaya kemungkinan akan hilang, destinasi wisata di pulau tersebut pun terancam digusur oleh proyek ini. Setidaknya ada tujuh destinasi terkenal yang akan lenyap setelah proyek Rempang Eco City berjalan.
Apa saja itu? Berikut ulasannya seperti dilansir Suara.com:
Pantai Melayu
Pantai ini memiliki pesona dengan pasir putih dan air laut yang jernih. Pantai Melayu menawarkan berbagai aktivitas seru seperti berenang, snorkeling, dan memancing.
Dengan pepohonan rindang yang mengelilinginya, pantai ini menawarkan pengalaman tak terlupakan. Namun, eksistensinya dapat terancam jika proyek Rempang Eco City terealisasi.
Pulau Abang
Baca Juga: Gaji Farida Nurhan dari Channel Youtube Capai Miliaran dalam Sebulan
Pulau Abang populer di kalangan scubadiver karena terdapat terumbu karang yang berwarna-warni di bawah air.
Ada banyak aktivitas yang menjadi incaran selain menyelam. Pengunjung bisa berenang, snorkeling, mancing, dan naik perahu keliling pantai. Ombaknya tidak terlalu besar, dan airnya sangat jernih.
Kampung Vietnam
Seperti namanya, kampung ini menjadi saksi sejarah konflik Vietnam yang kini menjadi objek wisata. Kampung Vietnam menyimpan kenangan bersejarah yang dapat terancam akibat proyek besar-besaran di Pulau Rempang.
Pantai Mirota
Pantai Mirota terkenal sebagai "surganya pasir putih" di Batam dan menawarkan keindahan alam yang memukau.