Selebtek.suara.com – Tien Soeharto ternyata tak pernah mengakui keberadaan Mayangsari sebagai mantu keluarga cendana.
Dituding sebagai pelakor dalam hubungan Halimah dan Bambang Trihatmodjo, Mayangsari justru harus menjalani menikah siri dengan suaminya tersebut.
Tak mudah untuk bisa diterima sebagai mantu dikeluarga cendana, terutama Tien Soeharto tak suka dengan adanya poligami.
Sehingga kehadiran Mayangsari tentunya tak akan diterima dengan baik oleh keluarga Cendana, pasalnya menikung Halimah.
Hingga Tien Soeharto menutup usia pada 28 April 1996, Tien Soeharto masih belum juga kunjung memberikan restu untuk Mayangsari menjadi istri Bambang Trihatmodjo.
Menurut Tien Soeharto, istri sah putranya tersebut hanya Halimah Agustine Kamil dan sekaligus menjadi mantu kesayangannya dan Presiden Soeharto.
Sehingga kehadiran Mayangsari nampaknya hanya menjadi peretak keharmonisan keluarga tersebut.
Namun, lambat laut kehadian Mayangsari akhirnya mampu diterima oleh keluarga cendana.
Seorang narasumber yang merupakan kerabat dekat Tien Soeharto mengungkap mengenai pesan almarhum sebelum wafat mengenai larangan yang tidak boleh dilakukan di keluarga Cendana.
Baca Juga: 4 Superfood yang Memperkuat Sistem Imun, Jadi Gak Gampang Pilek!
Pasalnya, Tien Soeharto sangat mematuhi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
“Almaharhum Ibu Tien Soeharto merupakan tokoh pendukung PP 10 tentang poligami, maksudnya itu kan sangat jelas kalau dia sangat tidak suka dengan adanya poligami,” ucap kerabat dekat Tien Soeharto dilansir dari YouTube VLOG BERITA pada Rabu (27/09/2023).
“Jadi istri sah Bambang cuma Halimah, dan cucu yang sah cuma anak Bambang dan Halimah, sampai kapanpun juga Mayangsari tak akan pernah juga diakui keberadaannya sebagai istri Bambang,” ungkapnya.
Ia mengaku tau rumah tangga Halimah dan Bambang dulu harmonis sampai akhirnya muncul Mayangsari sebagai pelakor.
“Saya sangat mengenal bagaimana kedua sosok ini (Halimah-Bambang) mereka merupakan pasangna yang sangat serasi, perhatian Mas Bambang itu terhadap keluarga, terutama anaknya luar biasa sekali, tapi sekarang hanya Mas Bambang gampang marah dan sering bengong banget,” jelasnya.(*)