Novel setebal 226 halaman itu, kata Fairuz, tidak hanya berisi kisah cinta, tetapi juga perenungan hidup, kritik sosial, politik, dan budaya.
“Jadi di dalamnya sangat kompleks. Tokoh Mendung dan Udan menjadi juru bicara untuk menyampaikan kritik-kritik itu,” katanya.
Ari Prabowo selaku manajer Kukuh Prasetyo Kudamai mengatakan bahwa tema Mendung dan Udan harus ditutup untuk menghindari kejenuhan. Namun tak menutup kemungkinan akan hadir dari genre seni yang berbeda.
“Dua judul lagu terakhir yang belum dipublikasikan adalah 'Udane Ora Roto' dan 'Terang'. Selesai di lagu itu," katanya.
Namun begitu, karya tersebut akan digarap dalam bentuk yang lain. Selain novel yang sudah tercipta, tidak lama lagi akan muncul pertunjukan teaternya.
"Kami sedang mencari produser untuk memproduksi filmnya. Semoga tahun ini. Kami mohon doanya,” kata pria yang akrab disapa Popo tersebut.
Novel Mendung Tanpo Udan diluncurkan pada tanggal 16 Februari 2022 di The Ratan, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Informasi harga mulai Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu, terbagi sesuai paketan antar buku, t shirt, totebag dan CD original.*