SUARA SEMARANG - Berikut trilogi karya dari pencipta Kukuh Prasetya Kudamai yang berkisah tentang Mendung dan Udan.
Ada tiga buah karya lagu disertai lirik dari karya Kukuh Prasetya Kudamai tentang lagu trilogi Mendung dan Udan.
Trilogi karya Mendung dan Udan dari Kukuh Prasetya Kudamai terdiri dari lagu dan lirik yakni Mendung Tanpo Udan, Udan Tanpo Udan, dan Mendung Ketemu Udan.
Trilogi Mendung-Udan ini merupakan fragmen kisah cinta, atau bisa disebut sebagai biografi cinta.
Pada seri satu Mendung Tanpo Udan, Kukuh mempresentasikan biografi cinta dari jalinan cinta yang bahagia, lalu kandas dan menyayat.
Berusaha sekuat mungkin bertahan, tapi nyatanya tetap beda pilihan.
Seri kedua Udan Tanpo Mendung, tentang air mata yang terus ngucur seperti hujan. Bahkan tiba-tiba pipi basah hanya karena teringat mantan.
Dalam kesedihannya, ia masih tetap berdoa, “Yen pancen kowe jodoku, Gusti bapak lan ibu, Kulo nyuwun pangestu.”
Seri terakhir Mendung Ketemu Udan adalah kisah bahagia setelah menempuh perjalanan cinta yang cukup sengit.
Si tokoh dalam trilogi ini akhirnya bahagia bertemu dengan 'sigaraning nyowo' atau jodohnya.*