Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:22 WIB
Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara
Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax Series dinilai menjadi langkah yang sulit dihindari di tengah lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Pertamina dinilai sulit terus menahan harga Pertamax di bawah harga pasar.
  • Dana talangan Pertamina terbatas dan berisiko gerus laba perusahaan.
  • Investor bisa menjauh jika kondisi keuangan Pertamina memburuk.

Suara.com - Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax Series dinilai menjadi langkah yang sulit dihindari di tengah lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah. Sejumlah ekonom menilai PT Pertamina (Persero) berada dalam posisi serba sulit karena harus memilih antara menjaga harga tetap rendah atau mempertahankan kesehatan keuangan perusahaan.

Ekonom Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Hendry Cahyono, mengatakan Pertamina selama ini masih mengandalkan dana talangan internal untuk menahan harga Pertamax agar tidak langsung mengikuti harga pasar. Namun, skema tersebut memiliki keterbatasan karena Pertamax merupakan BBM nonsubsidi yang tidak mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah.

"Dana talangan Pertamina ini juga terbatas. Karena Pertamax ini kan BBM nonsubsidi. Tidak ada subsidi APBN di dalamnya. Jadi memang murni mengikuti harga pasar," ujar Hendry dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, jika Pertamina terus menanggung selisih harga jual dengan harga keekonomian, keuntungan perusahaan berpotensi tergerus. Kondisi itu tidak hanya berdampak pada kinerja korporasi, tetapi juga berisiko mengurangi kontribusi dividen yang disetorkan ke negara.

Selain itu, tekanan terhadap profitabilitas perusahaan dapat memengaruhi persepsi investor dan lembaga pemeringkat terhadap kondisi keuangan Pertamina.

"Investor melihat rasio keuntungan dan kinerja keuangan. Kalau terus merugi, siapa yang mau berinvestasi?" katanya.

Hendry menilai, dalam jangka pendek, penyesuaian harga Pertamax menjadi opsi yang lebih realistis dibandingkan terus memperbesar dana talangan. Sebab, beban keuangan yang terus meningkat dikhawatirkan dapat mengganggu keberlanjutan bisnis perusahaan sekaligus membebani keuangan negara.

Senada dengan itu, pakar ekonomi energi Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyaki, menilai penggunaan dana talangan untuk menahan harga BBM sebenarnya hanya menunda beban pembayaran, bukan menghilangkannya.

Menurut Yayan, selisih harga yang ditanggung Pertamina pada akhirnya akan menjadi klaim kompensasi yang harus dibayarkan pemerintah. Dengan kata lain, beban fiskal hanya bergeser ke waktu yang berbeda.

baca juga

"Kalau sekarang Pertamina punya klaim bahwa nanti akan mendapat kompensasi, ya kompensasi itu pasti ditagihkan ke pemerintah," ujarnya.

Ia mengingatkan, mempertahankan harga Pertamax jauh di bawah harga keekonomian berpotensi mengurangi penerimaan negara dari sektor migas. Di sisi lain, kemampuan Pertamina untuk terus menanggung selisih harga juga memiliki batas demi menjaga kesehatan keuangan perusahaan.

Yayan menambahkan, memburuknya kondisi keuangan Pertamina dapat memberikan sinyal negatif bagi investor, terutama yang ingin menanamkan modal di sektor energi nasional.

"Kalau investor melihat kondisi keuangan Pertamina memburuk, tentu minat investasi di sektor migas Indonesia juga akan ikut turun," katanya.

Di tengah tekanan global yang masih tinggi, para ekonom menilai keseimbangan antara menjaga daya beli masyarakat dan menjaga kesehatan keuangan Pertamina menjadi tantangan besar yang harus dihadapi pemerintah maupun perusahaan energi pelat merah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:15 WIB

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:48 WIB

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:36 WIB

Terkini

Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses

Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 14:10 WIB

Pertamina Bawa Semangat Grand Prix of Indonesia 2026 ke Masyarakat

Pertamina Bawa Semangat Grand Prix of Indonesia 2026 ke Masyarakat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:08 WIB

Rp31,1 Triliun Disiapkan, PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai 2027

Rp31,1 Triliun Disiapkan, PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai 2027

News | Senin, 14 September 2026 | 14:08 WIB

Mining Indonesia 2026, Castrol Bahas Keandalan Alat Berat Tambang

Mining Indonesia 2026, Castrol Bahas Keandalan Alat Berat Tambang

Foto | Senin, 14 September 2026 | 14:05 WIB

Membaca, Memahami, dan Merefleksi: Seni Menjaga Fokus di Tengah Serbuan Gawai

Membaca, Memahami, dan Merefleksi: Seni Menjaga Fokus di Tengah Serbuan Gawai

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 14:05 WIB

Kejagung Siap Ladeni Kasasi Ibrahim Arief di Kasus Chromebook

Kejagung Siap Ladeni Kasasi Ibrahim Arief di Kasus Chromebook

News | Senin, 14 September 2026 | 14:01 WIB

Kembangkan Kasus Suap Proyek Bengkulu, KPK Geledah Rumah Adi Sumarta dan Sita Bukti Elektronik

Kembangkan Kasus Suap Proyek Bengkulu, KPK Geledah Rumah Adi Sumarta dan Sita Bukti Elektronik

News | Senin, 14 September 2026 | 13:59 WIB

Betrand Peto Bantah Lakukan Pelecehan Seksual: ANW Tiba-Tiba Masuk ke Ruang Karaoke

Betrand Peto Bantah Lakukan Pelecehan Seksual: ANW Tiba-Tiba Masuk ke Ruang Karaoke

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 13:57 WIB

Kisah Ketangguhan Komunitas Indonesia Bersinar di Inspiring Asia Micro Film Festival 2026

Kisah Ketangguhan Komunitas Indonesia Bersinar di Inspiring Asia Micro Film Festival 2026

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 13:55 WIB

Aksi Licik Copet di Konser Band Kotak: Tebar Gas 'Kentut' Demi Bikin Panik Penonton

Aksi Licik Copet di Konser Band Kotak: Tebar Gas 'Kentut' Demi Bikin Panik Penonton

News | Senin, 14 September 2026 | 13:50 WIB

×