Mereka diusung oleh seluruh partai parlemen yaitu PDIP, Partai Golkar, PKB, Partai Demokrat, PKS, Partai Gerindra, PAN, Partai NasDem dan PSI.
Lima partai non parlemen juga menyatakan dukungan, yaitu PKPI, Partai Hanura, Partai Berkarya, PBB dan PPP.
Sementara untuk pendidikan, Walikota Semarang Hendrar Prihadi resmi menyandang doktor dan mengikuti wisuda program studi doktor di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Diponegoro, pada Rabu 10 November 2021.
Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengambil pendidikan doktor sejak 2018 ditempuh selama tiga tahun kuliah doktoral.
Hasil ujian tertutup dan dinyatakan lulus, dengan meraih predikat cumlaude dengan judul disertasi "Model Tata Kelola Kota Cerdas Kota Semarang", pada Rabu 29 Oktober 2021 lalu.
Hobi Walikota Semarang Hendrar Prihadi:
Hendi memiliki hobi yang cukup ekstrem, ia menyukai tantangan dan memilih trabas dengan motor trail.
Ia sering kali mengisi waktu luangnya dengan trabas menyusuri medan terjal dan melihat secara langsung kota Semarang dari berbagai sisi.
Tak hanya itu, dengan trabas yang menjadi hobinya, ia bisa berinteraksi secara langsung dengan masyarakat di pelosok desa.
Baca Juga: Gasak China! Pusarla Sindhu Vs Wang Zhi Yi, Hasil Singapura Open 2022
Selain itu, ia juga hobi sepak bola dengan selalu akan ikut bermain jika ada pertandingan baik eksibisi antar SPKPD maupun persahabatan seperti dengan para awak media.
Kecintaan pada sepak bola juga ia wujudkan dengan selalu mendukung tim kebnaggan Kota Semarang PSIS, dengan nonton langsung di stadion baik kandang maupun tandang.
Prestasi Walikota Semarang Hendrar Prihadi:
Selama memimpin Kota Semarang, dia telah menoreh sejumlah prestasi, di antaranya menjadi wali kota terbaik di Asia (Asia Best Mayor Of The Year 2019) dalam Asia Global Award 2019 dari Asia Global Council.
Pemerintah Kota Semarang juga menerima penghargaan dari European Society for Quality Research (ESQR) dalam kategori inisiasi strategi manajemen organisasi pada 16 Juli 2019.
Di bidang infrastruktur, Kota Semarang meraih penghargaan gold kategori infrastruktur setelah melalui sejumlah tahap penilaian oleh Tim Juri Indonesia Attractiveness Index (IAI) 2019.