SUARA SEMARANG - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan motif penembakan yang menewaskan Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo masih didalami.
Menurut Kapolri, motif Ferdy Sambo memeritah Bharada E untuk menembak Brigadir J masih membutuhkan pendalaman, termasuk mengumpulkan keterangan dari para saksi dan ahli.
Kapolri juga menyebut bahwa pihaknya juga akan meminta keterangan dari istri Ferdy Sambo untuk menguak motif di balik penembakan Brigadir J.
Kapolri mengatakan, apa yang menjadi motif pembunuhan Brigadir J merupakan bagian yang harus diselesaikan.
"Motif penembakan sedang dilakukan pemeriksaan dan pendalaman pada saksi, termasuk pada PC (istri Ferdy Sambo)," ungkap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers, Selasa (9/8/2022) petang.
"Kami membutuhkan keterangan dari ahli dan saksi. Mengungkap motif merupakan bagian yang juga harus kami selesaikan," sambungnya.
Sebelumnya, Kapolri juga menjelaskan bahwa Ferdy Sambo adalah otak dari penembakan pada Brigadir J dan telah ditetapkan sebagai tersangka.
Ferdy Sambo adalah orang yang memerintah Brigadir J untuk menghabisi nyawa Brigadir J di rumah dinasnya.
Setelah Brigadir J meninggal, Ferdy Sambo juga yang menggunakan senjata milik Brigadir J untuk menembak dinding dan langit-langit rumah dinas agar terkesan ada baku tembak.
Dalam kasus ini juga ditemukan sebanyak 31 personel Polri diduga tidak profesional.
Misteri kematian Brigadir J ini menjadi semakin terang setelah Bharada E mengajukan sebagai Justice Collabolator yang akan membantu polisi menuntaskan kasus ini.