SUARA SEMARANG - Namanya Mellyza Anggraeni yang dilantik jadi bagian Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Jateng untuk upacara 17 Agustus 2022.
Menjadi kebanggaan bagi Mellyza Anggraeni yang berkesempatan mengibarkan bendera Merah Putih di Lapangan Pancasila Semarang.
Ada cerita menarik dari seorang Mellyza Anggraeni sebagai pasukan Paskibra Jateng.
Sebelumnya, Mellyza Anggraeni dilantik oleh gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam pengukuhan pasukan Paskibra Jateng tahun 2022 di kompleks kantor Gubernur Jateng di Kota Semarang, Senin (15/8/2022) malam.
Mellyza Anggraeni merupakan siswi dari SMA Kartika III-I Banyubiru Kabupaten Semarang.
Di ketahui, jika orang tua dari Mellyza Anggraeni adalah seorang petani desa yang sederhana.
Mellyza Anggraeni mengaku pesan dari gubernur menjadi hal penting untuk dirinya sebelum menyiapkan diri menjadi anggota paskibraka pada upacara Hari Kemerdekaan, di Lapangan Pancasila, 17 Agustus 2022.
"Senang sekali jadi paskibra. Tentunya orang tua bangga, tidak menyangka. Saya juga tidak menyangka. Pekerjaan (orang tua) petani," kata Mellyza.
Dia juga tetap menjaga pesan orang tuanya selama menjadi anggota paskibra yaitu untuk selalu semangat, jaga kesehatan, rendah hati, dan tidak boleh sombong. Mulai dari menjaga sikap, dan lainnya.
Disinggung apakah dirinya bisa menyesuaikan diri pada kegiatan selama karantina paskibra.
Mellyza mengaku tidak ada masalah. Seperti cara makan, aktivitas setelah bangun tidur, mencuci baju sendiri hingga saling menyapa antarsesama.
"Pelatih seru. Seru dan menyenangkan. Latihan tentu capai, dari pagi sampai sore. Ada (waktu) istirahatnya. Dua minggu karantina," terangnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertanya kepada Mellyza soal pekerjaan orang tuanya.
Mellyza menjawab jika orang tuanya bekerja sebagai petani. Tentu saja, dia ingin membuat bangga orang tuanya.
"Saya tanya satu-satu, orang tua saya bangga dengan saya. Pasti luar biasa. Ada yang mempersembahkan untuk oprang tua. Itu luar biasa," katanya.
"Jadi, dalam konteks hubungan anak dengan orang tua, mereka tunjukan hari ini, ya saya bisa lolos, ya saya berprestasi, ya saya bisa membanggkan orang tua. itu menurut saya value yang penting," kata Ganjar.
Selain itu juga mereka bisa belajar mencintai bangsa dan negara serta menjaga hubungan yang baik antar sesama.
Tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, belajar disiplin yang tinggi. Dan, itu semua ditanamkan mereka hari ini.
"Mereka punya cita-cita yang tinggi, maka kita harapkan nilai nilai yang dimiliki bisa mereka bawa untuk menuju cita cita yang diharapkan," katanya.
"Selamat anak hebat, mereka bisa mengikuti seleksi fair yang baik. Karena banyak anak yang ingin tapi tidak lolos," tukas Ganjar.