Rumit, Ada Mabes di Dalam Mabes, Mahfud MD: Lingkaran Ferdy Sambo Bak Kerajaan

Semarang | Suara.com

Kamis, 18 Agustus 2022 | 17:53 WIB
Rumit, Ada Mabes di Dalam Mabes, Mahfud MD: Lingkaran Ferdy Sambo Bak Kerajaan
Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. (Suara.com/Yasir)

SUARA SEMARANG - Makin rumit, seperti ada mabes di dalam mabes, lingkaran Ferdy Sambo yang bak kerajaan, begitu sebut Mahfud MD.

Perkara pengungkapan kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang menyeret Ferdy Sambo makin rumit.

Meski beberapa tersangka telah ditetapkan namun belum terungkap motif pembunuhan Brigadir J.

Hal tersebut dinilai Menko Polhukam Mahfud MD, sebab ada lingkaran sekeliling Ferdy Sambo bak kerajaan.

Karena itulah, menjadi hambatan dialami pada penyelesaian kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang didalangi eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. 

Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut ada kerajaan.

Kerajaan yang dimaksud Mahfud MD ini adalah kelompok yang dipimpin Ferdy Sambo. 

Mereka disebut ada di internal Polri dan Mahfud MD pun tidak memungkiri hal ini.

“Ada kelompok Sambo sendiri ini yang seperti menjadi kerajaan Polri sendiri di dalamnya," kata Mahfud MD dalam kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored dikutip Suara.com, Kamis (18/8/2022).

Kerajaan Ferdy Sambo ini juga ibarat ada mabes di dalam mabes di lingkup korps Bhayangkara ini.

"Seperti sub mabes yang sangat berkuasa," kata Mahfud MD.

Menurutnya juga kelompok ini punya tugas menghalang-halangi kebenaran dari kasus tewasnya Brigadir J.

Mahfud MD pun menyebut jumlahnya mencapai 31 orang dan sudah diamankan.

"Ini yang halangi-halangi sebenarnya, kelompok ini yang jumlahnya 31 orang ini dan ini sudah ditahan," ungkapnya.

Sedangkan jumlah polisi yang diduga melanggar kode etik dalam kasus kematian Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat kini kian bertambah.

Jumlah tersebut bertambah berbarengan dengan ditetapkannya Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan berencana.

Selain angka yang fantastis, mereka mencakup berbagai anggota dari pangkat rendah hingga tinggi.

Pertambahan jumlah tersebut dibeberkan langsung oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022) malam.

Sebelumnya, pemeriksaan dari pihak kepolisian menemukan sebanyak 25 anggota yang diduga melanggar Kode Etik Profesi Polri atas penanganan kasus kematian Brigadir J. Kini, jumlahnya bertambah menjadi 31 anggota.

Selain itu, kepolisian juga akan menambah anggota yang mendapatkan penanganan khusus menjadi 11 orang.

"Kemarin ada 25 personel yang kami periksa. Dan saat ini bertambah menjadi 31 personel. Kami juga telah melakukan penempatan khusus kepada empat personel beberapa waktu yang lalu dan saat ini bertambah menjadi 11 personel Polri," ungkap Kapolri.

Adapun pemeriksaan tersebut sebelumnya dilakukan terhadap 56 anggota Polri.

"Dari 56 personel tersebut, terdapat 31 personel Polri yang diduga melanggar Kode Etik Profesional Polri," jelas Inspektorat Khusus yang dipimpin oleh Irwasum Komjen Agung Budi Maryoto.

Agung mengungkap bahwa dari beberapa instansi yang anggotanya kedapatan melanggar kode etik, hanya Divisi Propam Polri yang akan menyindangkan anggotanya.

“Tetapi kalau hanya melakukan (pelanggaran) kode etik, tentu hanya Divisi Propam Polri yang melakukan sidang kode etik terhadap personel tersebut,” kata Agung.

Tim khusus kedepannya tetap akan memeriksa potensi dugaan pelanggaran kode etik lainnya. 

Pasalnya, Kapolri menilai bahwa jumlah tersebut bisa sewaktu-waktu bertambah.

Berikut anggota dari berbagai divisi, golongan, dan pangkat kepolisian yang terlibat skenario Irjen Ferdy Sambo:

- Perwira Tinggi (Pati) 3 orang 

- Perwira Menengah (Pamen) 8 orang

- Perwira Pertama (Pama) 4 orang

- Bintara 4 orang

- Tamtama 2 orang

- Polda Metro Jaya

- Pamen 4 orang

- Pama 3 orang

- Bareskrim Polri

- Pamen 1 orang

- Pama 1 orang

Bagan daftar Kaisar Sambo dan Konsorsium 303. [Dok Semarang.suara.com]

Sementara itu, santer beredar di media sosial sebuah bagan daftar yang disebut sebagai Kaisar Sambo dan Konsorsium 303.

Pada daftar Kaisar Sambo dan Konsorsium 303, menggambarkan sebuah bagan tentang nama-nama pejabat, swasta, dan perwira Kepolisian yang ada di dalam lingkaran kerajaan Sambo.

Belum dipastikan kebenarannya dan asal sumber tentang data Kaisar Sambo dan Konsorsium 303 yang viral tersebar itu.

Siapa yang merilis dan apakah bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setelah Mobil, Kini Polisi Gerak Jalan Pun Disoraki Ferdy Sambo

Setelah Mobil, Kini Polisi Gerak Jalan Pun Disoraki Ferdy Sambo

Bali | Kamis, 18 Agustus 2022 | 17:47 WIB

Namanya Masuk Bagan Viral Konsorsium 303 Kaisar Sambo, Ini Langkah yang Diambil Tom Liwafa

Namanya Masuk Bagan Viral Konsorsium 303 Kaisar Sambo, Ini Langkah yang Diambil Tom Liwafa

| Kamis, 18 Agustus 2022 | 17:40 WIB

Mahfud MD: Kelompok Ferdy Sambo di Polri Halangi Penyelidikan Kasus Pembunuhan Brigadir J

Mahfud MD: Kelompok Ferdy Sambo di Polri Halangi Penyelidikan Kasus Pembunuhan Brigadir J

| Kamis, 18 Agustus 2022 | 17:40 WIB

Konsorsium 303 Judi Online, Ferdy Sambo dan Sejumlah Pejabat Tinggi Polri Diduga Terlibat Bisnis Haram

Konsorsium 303 Judi Online, Ferdy Sambo dan Sejumlah Pejabat Tinggi Polri Diduga Terlibat Bisnis Haram

| Kamis, 18 Agustus 2022 | 17:39 WIB

Terbaru Hasil Pemeriksaan Putri Candrawathi Besok Diumumkan, Ada Tersangka Baru?

Terbaru Hasil Pemeriksaan Putri Candrawathi Besok Diumumkan, Ada Tersangka Baru?

| Kamis, 18 Agustus 2022 | 17:34 WIB

Terkini

Stok Beras Sumut Cukup untuk Penuhi Program Bantuan Pangan-Penyaluran ke Mitra

Stok Beras Sumut Cukup untuk Penuhi Program Bantuan Pangan-Penyaluran ke Mitra

Sumut | Minggu, 29 Maret 2026 | 13:02 WIB

Keluarga dan Fans Rayakan Ulang Tahun Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir

Keluarga dan Fans Rayakan Ulang Tahun Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir

Entertainment | Minggu, 29 Maret 2026 | 13:00 WIB

Lalu Lintas Arus Balik di Tol Jakarta-Cikampek Mulai Normal, Contraflow Dihentikan

Lalu Lintas Arus Balik di Tol Jakarta-Cikampek Mulai Normal, Contraflow Dihentikan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:58 WIB

AnimeJapan 2026 Resmi Dibuka! Apa Saja Sih Keseruannya?

AnimeJapan 2026 Resmi Dibuka! Apa Saja Sih Keseruannya?

Your Say | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:56 WIB

Adu Kuat Timnas Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series 2026

Adu Kuat Timnas Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series 2026

Bola | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:53 WIB

Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang Tunjukkan Kemajuan Signifikan

Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang Tunjukkan Kemajuan Signifikan

Sumut | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:49 WIB

Waspada Arus Balik Lebaran 2026: 3 Jurus Jitu Hindari Blind Spot yang Sering Bikin Pemotor Celaka

Waspada Arus Balik Lebaran 2026: 3 Jurus Jitu Hindari Blind Spot yang Sering Bikin Pemotor Celaka

Otomotif | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:48 WIB

5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!

5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!

Tekno | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:45 WIB

Novel Tarian Bumi, Tarian Pembebasan dari Penjara Kasta yang Membelenggu

Novel Tarian Bumi, Tarian Pembebasan dari Penjara Kasta yang Membelenggu

Your Say | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:45 WIB

Takut ke Ortu Jelang Idulfitri Jadi Motif Pasangan Kekasih Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap di Asahan

Takut ke Ortu Jelang Idulfitri Jadi Motif Pasangan Kekasih Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap di Asahan

Sumut | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:40 WIB