Warganet Curiga Polisi Sebut Peran MAH dan Pengakuan Bantu Hacker Bjorka: Baru Kali Ini Hacker Dibantu Tukang Es

Semarang

Sabtu, 17 September 2022 | 17:33 WIB
Warganet Curiga Polisi Sebut Peran MAH dan Pengakuan Bantu Hacker Bjorka: Baru Kali Ini Hacker Dibantu Tukang Es
Meskipun penangkapan yang dilakukan oleh polisi terhadap MAH kemudian dikonfirmasi bahwa pedagang es tersebut bukanlah sosok hacker Bjorka yang dicari pemerintah. ((Instagram/@jayalah.negeriku))

SUARA SEMARANG - Warganet atau netizen menaruh curiga pada peran Muhammad Agung Hiday atau MAH (21) pemuda yang berprofresi pedagang es yang mengakui membantu hackeri Bjorka.

Meskipun penangkapan yang dilakukan oleh polisi terhadap MAH kemudian dikonfirmasi bahwa pedagang es tersebut bukanlah sosok hacker Bjorka yang dicari pemerintah.

Namun polisi memang menyebut bila MAH pemuda 21 tahun asal Madiun Jawa Timur itu, membantu peran Bjorka, netizen pun menanggapi hal itu dengan curiga.

Netizen ragu, bila MAH pedagang es tersebut seseorang yang membantu hacker Bjorka selama ini.

Dalam  video pengakuan MAH yang beredar, dia menyatakan sudah membantu hacker Bjorka, seperti yang dituduhkan polisi dan mengakibatkannya jadi tersangka.

Pengakuan ini tampak pada unggahan akun Instagram @jayalah.negeriku.

Ya, dalam video tersebut, MAH di rumahnya sosok pemuda yang sehari-hari berjualan es ini mengaku membantu Bjorka di sela-sela kesibukannya sebagai penjual es.

Dinyatakn bila MAH mengaku tidak tahu-menahu soal dunia coding maupun hacking.

Sebab, selama ini ia cuma menyebarkan kembali apa yang Bjorka lakukan ke kanal Telegram-ny

baca juga

Bahkan diakuinya dilakukan dengan bermodal aplikasi penerjemah.

MAH hanya beroperasi menggunakan handphone, dan bukanlah menggunakan laptop atau perangkat komputer canggih selayaknya hacker pada umumnya.

Memang sejalan dengan pengakuan keluarga soal MAH, dia tak memiliki perangkat laptop atau komputer karena keterbatasan biaya.


"(Saya bantu Bjorka) lewat HP. Itu kan posisinya saya di tempat kerja, iseng-iseng sama nunggu pelanggan," jelas MAH, seperti dikutip Suara.com, Sabtu (17/9/2022).

"Saya nggak bisa nge-hack, nggak bisa sama sekali. Juga nggak punya perangkat-perangkat," sambungnya. "Tapi bisa pakai translate, tinggal ketik aja, jadi rilisnya, tinggal kirim."


Handphone MAH Dibeli Sosok yang Mengaku Polisi

Pengakuan MAH ini jelas mendapat sorotan publik. Tak sedikit yang merasa janggal mendapati peretas yang konon mampu membobol data rahasia Badan Intelijen Negara (BIN) dan Presiden Joko Widodo dibantu oleh seorang penjual es, apalagi cuma bermodal HP.

Kecurigaan publik bertambah karena terungkap bahwa ponsel MAH sempat dibeli oleh seseorang yang mengaku sebagai polisi.

Diungkap kakak MAH, Noviani, ponsel adiknya itu dibeli tiga hari sebelum penangkapan oleh seseorang yang mengaku sebagai polisi.

Tak main-main, orang itu menawarkan Rp5 juta untuk menebus Xiaomi Redmi Note 10 Pro bekas milik MAH, padahal harga barang barunya di kisaran Rp3 juta.

"Katanya sih untuk barang bukti. HP adik saya diminta orang yang mengaku polisi. Dia juga sae (baik), kasih Rp5 juta untuk HP itu," terang Noviani.

Hanya saja Noviani tidak tahu-menahu soal di mana MAH bertemu dengan seseorang yang mengaku polisi tersebut.

Kisah yang sama juga dibenarkan Prihatin, ibu MAH. Wanita itu menyebut anaknya mendapat Rp5 juta sebagai pengganti HP yang diambil "polisi", yang kemudian dibelikan HP baru.

Sementara bos MAH di tempat kerja, Zeda Dwi Hersanto, menyebut pegawainya itu sering mengeluhkan HP-nya yang rusak. Karena itulah saat akan dibeli seharga Rp5 juta, MAH pun sigap melepasnya.

Trauma


Di hadapan awak media, MAH berharap apa yang terjadi kepadanya jangan sampai juga dialami oleh orang lain.

Pasalnya seluruh proses penangkapan sampai penetapan tersangka yang dijalaninya sejak 3 hari lalu begitu traumatis.

"Ya saya berharap nggak terjadi lagi yang kayak saya ini," kata MAH. "Wah, trauma, Mas. Waktu dibawa ke Jakarta tuh (udah kepikiran) kalau nggak bisa pulang gimana ini, (atau) nggembel di sana. Pikiran udah kemana-mana."


Transaksi jual beli HP yang dinilai mencurigakan ini yang membuat publik tak mudah menerima pengakuan MAH. Hal ini terbukti dari kolom komentar postingan yang dipenuhi dengan kecurigaan.

"Mengakui atau dipaksa mengakui," sindir warganet.

"Dipaksa gak tuh?" imbuh warganet lain dengan pesan serupa.

"Ada ya hacker cengengesan," ujar warganet lantaran MAH yang tampak cengengesan dan seolah tak ada beban meski jadi tersangka.

"Muka nya tertekan banget itu..." tulis warganet.

"Orangnya aja cengangas.... cengenges gitu.... lha bapaknya aja bilang kalo hp nya aja ada yang beli 5 juta dan ngaku-ngaku anggota...." kata warganet lain.


"Baru kali ini hacker di bantu tukang es ..." timpal yang lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Video Aldi Taher Ngaku Bjorka, Minta Raffi Ahmad dan Lambe Turah Repost

Video Aldi Taher Ngaku Bjorka, Minta Raffi Ahmad dan Lambe Turah Repost

Semarang | Sabtu, 17 September 2022 | 12:30 WIB

Nikita Mirzani Semprot Najwa Shihab, Gak Semua Polisi Hedon: Jangan Asal Nyolot

Nikita Mirzani Semprot Najwa Shihab, Gak Semua Polisi Hedon: Jangan Asal Nyolot

Semarang | Sabtu, 17 September 2022 | 07:55 WIB

Kisruh Umpatan Kata Binatang Kombes Setyo ke Mahasiswa, Kompolnas Bereaksi: Perwira Menengah kok Terpancing Amarah

Kisruh Umpatan Kata Binatang Kombes Setyo ke Mahasiswa, Kompolnas Bereaksi: Perwira Menengah kok Terpancing Amarah

Semarang | Jum'at, 16 September 2022 | 18:59 WIB

'Kukira' Bjorka, Ternyata Siapa, Kabar Penangkapan Bjorka, Wartawan: Sehat Wal Afiat Nggih Mas Agung?

'Kukira' Bjorka, Ternyata Siapa, Kabar Penangkapan Bjorka, Wartawan: Sehat Wal Afiat Nggih Mas Agung?

Semarang | Jum'at, 16 September 2022 | 18:41 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×