SUARA SEMARANG - Warganet atau netizen menaruh curiga pada peran Muhammad Agung Hiday atau MAH (21) pemuda yang berprofresi pedagang es yang mengakui membantu hackeri Bjorka.
Meskipun penangkapan yang dilakukan oleh polisi terhadap MAH kemudian dikonfirmasi bahwa pedagang es tersebut bukanlah sosok hacker Bjorka yang dicari pemerintah.
Namun polisi memang menyebut bila MAH pemuda 21 tahun asal Madiun Jawa Timur itu, membantu peran Bjorka, netizen pun menanggapi hal itu dengan curiga.
Netizen ragu, bila MAH pedagang es tersebut seseorang yang membantu hacker Bjorka selama ini.
Dalam video pengakuan MAH yang beredar, dia menyatakan sudah membantu hacker Bjorka, seperti yang dituduhkan polisi dan mengakibatkannya jadi tersangka.
Pengakuan ini tampak pada unggahan akun Instagram @jayalah.negeriku.
Ya, dalam video tersebut, MAH di rumahnya sosok pemuda yang sehari-hari berjualan es ini mengaku membantu Bjorka di sela-sela kesibukannya sebagai penjual es.
Dinyatakn bila MAH mengaku tidak tahu-menahu soal dunia coding maupun hacking.
Sebab, selama ini ia cuma menyebarkan kembali apa yang Bjorka lakukan ke kanal Telegram-ny
Bahkan diakuinya dilakukan dengan bermodal aplikasi penerjemah.
MAH hanya beroperasi menggunakan handphone, dan bukanlah menggunakan laptop atau perangkat komputer canggih selayaknya hacker pada umumnya.
Memang sejalan dengan pengakuan keluarga soal MAH, dia tak memiliki perangkat laptop atau komputer karena keterbatasan biaya.
"(Saya bantu Bjorka) lewat HP. Itu kan posisinya saya di tempat kerja, iseng-iseng sama nunggu pelanggan," jelas MAH, seperti dikutip Suara.com, Sabtu (17/9/2022).
"Saya nggak bisa nge-hack, nggak bisa sama sekali. Juga nggak punya perangkat-perangkat," sambungnya. "Tapi bisa pakai translate, tinggal ketik aja, jadi rilisnya, tinggal kirim."
Handphone MAH Dibeli Sosok yang Mengaku Polisi