SUARA SEMARANG - Tepat satu tahun yang lalu 4 Desember 2021 bertepatan saat Gunung Semeru meletus.
Semeru kembali erupsi atau meletus pada Minggu 4 Desember 2022, dengan memuntahkan awan panas yang tebal.
Jika masih ingat, pada kejadiannya setahun yang lalu, ada video viral saat Gunung Semeru meletus di medsos, dengan anak kecil lari kencang.
Ada sosok gadis kecil kerudung biru lari kencang dengan latar belakang kepulan awan panas menggulung di video viral Semeru meletus, 4 Desember 2021 lalu.
Anak kecil itu terlihat panik, mengenakan kerudung biru dia lari kencang, saat tahu awan panas turun dari Semeru yang meletus.
Dalam tayangan video viral tersebut, sesekali anak kecil kerudung biru itu menoleh kebelakang, lalu lari kencang lagi tak peduli kanan kiri dia.
Nah, tahukan kalian siapa sosok anak kecil kerudung biru yang lari kencang di dalam video viral Semeru meletus itu.
Lalu bagaimana nasib kondisi kabar anak kecil yang berkerudung biru dan lari kencang itu sekarang.
Di ketahui jika sosok anak kecil kerudung biru lari kencang di video Semeru meletus bernama Nurfida atau Fida.
Hal itu diinformasikan oleh akun Instagram kelompok relawan yang ada di wilayah Gunung Semeru meletus @littleproject.idn.
Dalam unggahan @littleproject.idn, ada dua informasi tentang Nurfida atau Fida, satu unggahan foto dan satu video bercakap-cakap dengan Fida yang ditemani kakeknya.
Akun @littleproject.idn menceritakan, jika Nurfida atau Fida berusia 7 tahun.
Fida atau Nurfida, berlari kencang karena berusaha menyelamatkan diri saat terjadinya erupsi Gunung Semeru kini selamat dan telah bertemu dengan keluarganya.
Fida menceritakan, saat itu seperti hari-hari biasanya, ia pergi mengaji ke masjid kampungnya.
Tapi sebelum Fida membuka buku Iqro, terdengar suara gemuruh keras dari luar masjid.
Seketika ustadz yang mengajar mengaji berteriak untuk semuanya keluar menyelamatkan diri.
Sontak semua yang berada dalam masjid keluar, termasuk Fida langsung keluar dan berlarian sekencang mungkin untuk menyelematkan diri.
Fida pun lari kencang untuk menyelamatkan diri, sambil mencari tempat untuk berteduh dari hujan pasir dan abu.
Kemudian, Fida melihat pohon-pohon disekitarnya mulai tumbang, dan orang-orang berhamburan untuk menyelamatkan diri.
Setelah lari dengan jarak yang cukup jauh, Fida melihat sebuah masjid dan masuk ke dalam masjid tersebut, dan menunggu hingga erupsi selesai.
Orang tua Fida pun mencari anaknya dengan perasaan yang tidak tenang.
Pada pukul 21.00 WIB, akhirnya orang tua Fida masuk ke dalam masjid dan bertemu dengan Fida di dalam masjid tersebut.
Haru sedih bercampur senang menyelimuti perasaan kedua orang tua Fida saat bertemu dengan anaknya.