Viral di Medsos Pengakuan Ada Tempat Judi Besar di Semarang, Dekat Akpol 'Kawasan' Ferdi Sambo

Semarang | Suara.com

Selasa, 30 Agustus 2022 | 21:34 WIB
Viral di Medsos Pengakuan Ada Tempat Judi Besar di Semarang, Dekat Akpol 'Kawasan' Ferdi Sambo
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy (Dok Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Sebuah pernyataan dilontarkan oleh pria berinisial D yang viral di media sosial YouTube menyebut ada lokasi tempat judi besar di Kota Semarang.

Ia menyatakan jika lokasi tempat judi besar itu malah dekat dengan Akademi Kepolisian (Akpol) Kota Semarang.

Lokasi judi dekat Akpol tersebut dikatakan D memiliki banyak mesin kasino yang jumlahnya ratusan.

Namun, meski kepolisian setempat mencium adanya praktik judi, lokasi tempat itu tidak bisa 'disentuh' oleh aparat. D menyebut, jika tempat judi besar itu 'kawasan' milik Ferdy Sambo.

D mengungkapkan praktik judi besar di dekat Akpol Semarang yang disebutnya milik Ferdy Sambo, pada akun YouTube Quotient TV, di upload pada tanggal 26 Agustus 2022.

Dalam akun YouTube tersebut, D mengaku pernah mengalami langsung berhubungan dengan oknum aparat kepolisian di kasus perjudian.

Salah satunya ia tahu ada lokasi judi besar di Semarang dekat dengan Akpol dan Polsek setempat.

Jarak lokasi tempat judi besar itu 1200 meter dari Akpol dan Polsek, dia menyebutkan ada daerah Candi.

Ia juga menerangkan, ada oknum orang dari Ferdi Sambo yang diduga menjadi beking lokasi tempat judi itu.

Dirinya menyebut jika lokasi tersebut pernah didatangi oleh seorang anggota kepolisian.

Namun pemilik lokasi judi diarahkan untuk menghubungi oknum seorang perwira polisi yang diduga J.

“Jadi J bilang, Pak itu kawasan Ferdy Sambo, dibilang Kawasan, gila gak? Kawasan artinya wilayah dia. Akhirnya polisi itu pulang,” kata D dalam Youtube Quotient TV.

Sementara itu, D juga menyebutkan 'kawasan' Ferdy Sambo lainnya di Kota Semarang yaitu ada di Komplek Hasanuddin. Tepatnya ada di Kafe Lipstik.

“Ada ratusan mesin kasino, dan itu J juga yang beking. Yang ada di Kafe Lipstik, daerah Hasanuddin Kota Semarang dengan di Candi. Di Candi itu cuma 1.200 meter dari gedung Akpol Semarang. Lokasi perjudian besar,” katanya.

Di sebutkan olehnya, terdapat berbagai macam judi dan mesin judi serta tetap bisa ‘aman’ untuk beroperasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lama Tak Dimainkan di PSIS Semarang Carlos Fortes Terbang ke Benfica Portugal

Lama Tak Dimainkan di PSIS Semarang Carlos Fortes Terbang ke Benfica Portugal

| Selasa, 30 Agustus 2022 | 20:30 WIB

Dikatai Dirtipidum Polri  'Pokoknya' Alasan Dilarang Masuk Area Rekonstruksi, Kamaruddin Simanjuntak Lapor ke Presiden, DPR RI, Menko Polhukam

Dikatai Dirtipidum Polri 'Pokoknya' Alasan Dilarang Masuk Area Rekonstruksi, Kamaruddin Simanjuntak Lapor ke Presiden, DPR RI, Menko Polhukam

| Selasa, 30 Agustus 2022 | 19:55 WIB

Alasan Polisi Larang Pengacara Brigadir J Ikut Menyaksikan Rekonstruksi

Alasan Polisi Larang Pengacara Brigadir J Ikut Menyaksikan Rekonstruksi

| Selasa, 30 Agustus 2022 | 17:30 WIB

Apa Alasan Pengacara Brigadir J Dilarang Masuk Area Rekonstruksi, Johnson Panjaitan Jawab Ini

Apa Alasan Pengacara Brigadir J Dilarang Masuk Area Rekonstruksi, Johnson Panjaitan Jawab Ini

| Selasa, 30 Agustus 2022 | 16:00 WIB

Tangan Terikat, Ini Wajah Ferdy Sambo Saat Pakai Baju Tahanan dalam Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J

Tangan Terikat, Ini Wajah Ferdy Sambo Saat Pakai Baju Tahanan dalam Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J

| Selasa, 30 Agustus 2022 | 14:04 WIB

Terkini

Viral Lagi, Terungkap Kondisi Terkini Orangutan Kurus dan Anaknya di Kutai Timur

Viral Lagi, Terungkap Kondisi Terkini Orangutan Kurus dan Anaknya di Kutai Timur

Kaltim | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:17 WIB

Tak Lolos Liga Champions, Chelsea Terancam Kehilangan Cole Palmer

Tak Lolos Liga Champions, Chelsea Terancam Kehilangan Cole Palmer

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:15 WIB

Ketakutan Kiko Menjelang Hari Raya

Ketakutan Kiko Menjelang Hari Raya

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:15 WIB

Di Tengah Laju Pembangunan Bali, Inisiatif 1.000 Pohon Ini Jadi Alternatif Jaga Ruang bagi Alam

Di Tengah Laju Pembangunan Bali, Inisiatif 1.000 Pohon Ini Jadi Alternatif Jaga Ruang bagi Alam

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:15 WIB

ADVAN Resmi Meluncurkan AIGEN Ultra, Laptop AI untuk Pekerja Digital

ADVAN Resmi Meluncurkan AIGEN Ultra, Laptop AI untuk Pekerja Digital

Tekno | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:14 WIB

Penampakan Sapi Jumbo Presiden Prabowo dan Wapres Gibran di Masjid Istiqlal

Penampakan Sapi Jumbo Presiden Prabowo dan Wapres Gibran di Masjid Istiqlal

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:13 WIB

Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?

Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?

Entertainment | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:13 WIB

Apa itu By Name By Address? Sistem Masjid Istiqlal untuk Bagi Daging Kurban

Apa itu By Name By Address? Sistem Masjid Istiqlal untuk Bagi Daging Kurban

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:10 WIB

Fadli Zon soal Prabowo di Prancis Saat Iduladha: Tak Harus Selalu di Indonesia

Fadli Zon soal Prabowo di Prancis Saat Iduladha: Tak Harus Selalu di Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:07 WIB

Permenhut 6/2026 Dinilai Buka Jalan Proyek Karbon Perhutanan Sosial Masuk Pasar Global, Mengapa?

Permenhut 6/2026 Dinilai Buka Jalan Proyek Karbon Perhutanan Sosial Masuk Pasar Global, Mengapa?

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:00 WIB