Kraton Solo: Gabung NKRI, Keraton Surakarta Banyak Kehilangan Aset dan Sumber Dana

Semarang

Minggu, 25 Desember 2022 | 18:38 WIB
Kraton Solo: Gabung NKRI, Keraton Surakarta Banyak Kehilangan Aset dan Sumber Dana
Unggahan kraton solo soal kondisi Keraton Surakarta tuai komentar netizen. (instagram @kraton_solo)

SUARA SEMARANG - Akun Kraton Solo memberikan unggahan mengejutkan di tengah adanya konflik di Keraton Surakarta.

Disebutkan, Keraton Surakarta kehilangan otoritas sebagai negara dan pemerintahan setelah bergabung dengan negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tanggal 1 September 1945 silam.

Kraton Solo juga menuliskan jika bergabung dengan NKRI memiliki konsekuensi banyak bagi Keraton Surakarta, yakni kehilangan aset dan sumber dana yang dimiliki sebelumnya.

Akun instagram @kraton_solo apakah identik dengan Keraton Surakarta? Akun ini dibuat pada pertengahan tahun 2019 dan mengunggah aktivitas internal keraton maupun saat pimpinan keraton bertemu dengan pejabat-pejabat publik.

Pada tahun yang sama, akun tersebut juga mengaku sebagai akun resmi. "Sugeng sonten, Secara resmi official akun Instagram @kraton_solo telah dibuat. Silahkan terus update informasi Kraton Solo melalui akun ini," tulisnya.

Pada enam hari lalu, @kraton_solo menyampaikan pada khalayak terkait kondisinya saat ini. Salah satunya hilangnya aset dan sumber dana yang sebelumnya digunakan untuk merawat seluruh infrastruktur keraton.

Dana itu juga digunakan untuk menjalankan roda pemerintahan serta segala macam kegiatan di Keraton Surakarta.

"Sejak menyatakan diri bergabung dengan NKRI pada 1 September 1945 secara otomatis Karaton kehilangan otoritas sebagai Negara dengan segenap pemerintahannya. Karaton banyak kehilangan aset dan sumber dana yang sejatinya dipergunakan untuk merawat seluruh bangunan dan menjalankan roda pemerintahan," tulis akun tersebut.

Harus diketahui, saat ini sejumlah bangunan di Keraton Surakarta kurang terawat. minimnya dana menjadi penyebabnya. Di sisi lain, bantuan dari pemerintah juga tidak mudah disampaikan lantaran ada dualisme di keraton tersebut.

baca juga

Banyaknya bangunan yang rusak dan tak terawat itu terlihat sejak kepemimpinan Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (S.I.S.K.S) Pakubuwono XII hingga saat ini.

Dalam unggahan itu, pihak Kraton Solo juga berharap bisa mempertahankan roda pemerintahan dan menjaga warisan dari para leluhur.

Namun, unggahan ini mendapatkan tanggapan nyintir dari netizen. Alasanya adalah keraton memposisikan diri sebagai korban dan membahas soal dana.

Salah satunya dari akun @tonyazizz. Ia menyampaikan jika sebenarnya Pemkot Solo bersedia membantu. Namun kisruh internal keraton jadi penghalang.

Ia juga mengingatkan jika Keraton Surakarta bisa besar di zaman PB X. Saat itu semua keluarga bersatu dna bahu membahu membesarkan keraton.

"Pembelajaran untuk menghindari konflik keluarga. Gak usah dibandingin sama Jogja, Mangkunegaran aja bisa kok," tulis @tonyazizz.

"Mengapa narasinya seolah2 sejak menyatakan diri di nkri banyak kehilangan aset dan sumber dana?dan bangunan rusak karena bergabung ke NKRI?" tulis akun @aditwise.

Keraton Surakarta berada wilayah Pemerintahan Kota Solo di Provinsi Jateng dan beberapa bagian keraton juga digunakan sebagai objek wisata bagi masyarakat umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Luas 54 Hektare, Ada 6 Kampung di Keraton Surakarta, Orang Solo belum Tentu Tahu Hal Ini

Luas 54 Hektare, Ada 6 Kampung di Keraton Surakarta, Orang Solo belum Tentu Tahu Hal Ini

Semarang | Sabtu, 24 Desember 2022 | 21:29 WIB

2 Kubu Tengkar di IG Arumi Bachsin, Ada Gak Nyangka vs Banyak Doa

2 Kubu Tengkar di IG Arumi Bachsin, Ada Gak Nyangka vs Banyak Doa

Semarang | Sabtu, 24 Desember 2022 | 17:17 WIB

Geger Keraton Solo, Putri Raja GRAy Devi Mengaku Dipukul dengan Bambu, Tangan Kiri Memar

Geger Keraton Solo, Putri Raja GRAy Devi Mengaku Dipukul dengan Bambu, Tangan Kiri Memar

Surakarta | Sabtu, 24 Desember 2022 | 08:58 WIB

Mulai 2023 Pemkot Surabaya Gunakan Kendaraan Operasional Elektrifikasi, Diawali Sepeda Motor Listrik

Mulai 2023 Pemkot Surabaya Gunakan Kendaraan Operasional Elektrifikasi, Diawali Sepeda Motor Listrik

Otomotif | Jum'at, 23 Desember 2022 | 21:06 WIB

Terkini

Uji Rasa Aditya Kwetiau Jambi: 15 Tahun Eksis, Porsinya Bikin Dompet Aman Perut Kenyang!

Uji Rasa Aditya Kwetiau Jambi: 15 Tahun Eksis, Porsinya Bikin Dompet Aman Perut Kenyang!

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:48 WIB

Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi

Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi

Lampung | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:48 WIB

Mimpi Besar Motor Listrik Nasional Dituntut Bukan Sekadar Proyek Seremonial Belaka

Mimpi Besar Motor Listrik Nasional Dituntut Bukan Sekadar Proyek Seremonial Belaka

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:45 WIB

Ulasan Anggur Kemurkaan: Kisah Tragis Keluarga Joad di Tengah Krisis Amerika

Ulasan Anggur Kemurkaan: Kisah Tragis Keluarga Joad di Tengah Krisis Amerika

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:45 WIB

Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika

Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika

Jatim | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:39 WIB

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:34 WIB

Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan

Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:30 WIB

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:29 WIB

Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun

Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:28 WIB

DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik

DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:26 WIB

×