SUARA SEMARANG - Kinerja Plt Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita patut diacungi jempol lantaran bisa menekan anggaran 2022 tidak defisit.
Selama dua bulan berjalan menjabat Plt Walikota Semarang, Mbak Ita langsuang mengupayakan agar anggaran belanja Pemkot Semarang tahun 2022 tidak defisit.
Hasilnya, anggaran Pemkot Semarang untuk tahun 2022 ini tidak defisit atau surplus hingga Rp 200-300 miliar. Capaian ini merupakan rekor bagus sebab tahun sebelumnya selalu defisit.
Selain itu, inflasi di Kota Semarang juga berhasil dijaga dibawah 5 persen sesuai ambang batas yang ditetapkan secara Nasional.
"Tahun 2022 akan berakhir, kita melaporkan sekda akan tidur nyenyak. Karena 2022 tidak ada defisit anggaran," katanya, Senin 26 Desember 2022.
Mbak Ita mengungkapkan, selama dua bulan ini telah mengatur-atur keuangan bersama Bapenda.
Jika pada Oktober 2022 pendapatan masih 73 persen, dan untuk akir tahun ini hanya kurang Rp 5 miliar.
"Kita atur-atur keuangan 2 bulan ini, sekitaran 200-300 miliar. Dan semua anggaran sudah teralokasi. Pendapatan Oktober masih 73 persen, dan hari hari ini kurang 5 miliar," katanya.
Kabar baiknya pula, Mbak Ita menyampaikan jika Kota Semarang masuk sebagai 10 besar kota di Indonesia terbaik dalam pengelolaan anggaran.
Sementara itu, terkait laju inflasi yang kerap jadi momok rutinitas saat Natal dan Tahun Baru, tercatat inflasi turun sebesar 0,3 persen dari 5,12 persen menjadi 4,82 persen berdasarkan data year on year.
"Inflasi kota Semarang yoy dibawah 5 persen. Inflasi turun 0,3 persen, jadi di kota Semarang tidak ada fluktuasi gejolak harga di Nataru ini," katanya.
Meski hanya selisih 0,3 persen, Mbak Ita memberikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah termasuk Forkopimda yang terus bersinergi mengendalikan inflasi di Kota Semarang.
“Ini menunjukkan ada penurunan yang luar biasa. Pada data year on year kemarin sampai 5,12%. Bulan ini deflasi -0,3 persen,” tutur Mbak Ita.
Mbak Ita juga mengapreasiasi inovasi yang dilakukan oleh jajaran Pemkot dan Forkopimda kota Semarang dalam rangka menekan inflasi pada momen Nataru ini.
Pihaknya juga menjelaskan jika dibandingkan dengan daerah lain, Kota Semarang termasuk memiliki harga pangan yang stabil dan tidak terkendala kenaikan bahan pokok.
“Ya kestabilan harga ini akan terus kita pantau dan kita jaga dibantu dengan adanya Satgas Ketahanan Pangan oleh Pemerintah Kota Semarang dan Satgas Pangan dari Tim Kepolisian,” katanya.
"Harapannya kestabilan harga dan penurunan angka inflasi ini bisa terus terjaga hingga melewati momen tahun baru nanti dengan pengendalian inflasi yang sama pada saat Natal ini," pungkas Mbak Ita.
Meski demikian, menjadi PR di tahun 2023, sebab sesuai penjelasan Presiden Joko Widodo akan ada isu krisis energi dan pangan global.
"Tapi di lihat di kota Semarang jangan ada krisis energi dan pangan. Kita jug merancang badan usaha milik petani untuk menjaga ketahanan pangan," katanya.