SUARA SEMARANG - Manajemen Arema FC membuat jadwal doa bersama, tahlil, serta khataman Al Quran untuk agenda 100 hari Tragedi Kanjuruhan yang memakan 100 orang lebih korban jiwa.
Ketahui jadwal kegiatan doa bersama 100 hari Tragedi Kanjuruhan, tahlil, serta khataman Al Quran yang diadakan manajeman Arema FC dan rencananya diikuti kelompok suporter Aremania.
Melansir laman remi klub, untuk jadwal doa bersama 100 hari Tragedi Kanjuruhan, tahlil, serta khataman Al Quran yang akan diikuti Aremania, dilakukan di Kantor Arema FC, Malang, Senin 9 Januari 2022.
“Kegiatan doa bersama dan tahlil untuk mengenang 100 hari Tragedi Kanjuruhan akan dilakukan di Kantor Arema FC pada Senin 9 Januari mendatang,” ujarKomisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi (PT AABBI) Tatang Dwi Arifianto.
Seperti diketahui bencana sepak bola Indonesia terjadi tiga bulan lalu, di mana menelan lebih dari 100 korban jiwa, di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Kelalaian penyelenggaraan, ketidak profesionalan petugas, membuat banyaknya korban jiwa jatuh.
Aremania berdesak-desakan terinjak, saat mencoba keluar dari Stadion menhindari polisi yang bar-bar menembakkan gas air mata.
Sementara itu, doa bersama dan tahlil tersebut rencananya akan diikuti oleh pemain, manajemen dan Aremania, tokoh agama dan anak yatim piatu serta warga sekitar.

“Nanti juga diikuti oleh pemain dan juga manajemen, seperti peringatan 40 hari lalu, kami juga mengundang Aremania, tokoh agama, anak yatim piatu dan juga warga sekitar,” kata Tatang Dwi Arifianto.
Pihaknya berharap kelancaran untuk mendoakan mereka yang meninggal dunia saat Tragedi Kanjuruhan.
“Semoga kegiatan tahlil dan doa bersama nanti berjalan dengan lancar dan tentu saja doa kita kepada arwah para korban Tragedi Kanjuruhan bisa tersampaikan,” ucap Tatang Dwi Arifianto.
Di Kota Malang aksi-aksi menyampaikan pendapat di muka umum masih terjadi.
Mereka menyuarakan agar ada keadilan untuk korban tak bersalah yang meninggal dunia saat kejadian.
Sebab perkara Tragedi Kanjuruhan seperti senyap, dan tak memuaskan bagi para keluarga korban.