SUARA SEMARANG - Euforia Persib Bandung di puncak klasemen bisa dihentikan oleh PSIS Semarang dan setidaknya ada 2 faktor.
Setelah merebut capolista, PSIS Semarang akan menjadi lawan berikutnya bagi Persib Bandung yang sedang dilanda rasa bahagia.
Namun, saat bertandang di Stadion jatidiri - kandang PSIS Semarang, bisa jadi akan menjadi batu sandungan bagi Persib Bandung yang diasuh oleh pelatih Luis Milla.
Setidaknya ada 2 faktor mengapa PSIS Semarang bisa menjadi ancaman bagi Persib Bandung di pekan ke-21 nanti.
Pertama, PSIS Semarang dalam tren yang bagus di putaran kedua ini. Yakni meraih 2 kemenangan dari 2 laga.
Hebatnya lagi, PSIS Semarang tak kebobolan atau meraih clean sheet di dua laga berturut-turut dan ini baru kali pertama diraih.
Kedatangan pemain-pemain anyar di barisan belakang PSIS Semarang, termasuk Brandon Scheunemann serta kiper Adi Satryo meningkatkan performa.
Alasan kedua adalah faktor caretaker M Ridwan. Ia ditunjuk sebagai pelatih sementara PSIS Semarang saat Ian Andrew Gillan belum juga balik ke Semarang usai kembali ke Skotlandia.
Kenyataanya, M Ridwan bisa mengangkat kepercayaan diri Laskar Mahesa Jenar. pemain-pemain anyar yang datang juga bisa langsung nyetel dengan pemain yang sudah ada sebelumnya.
Baca Juga: Tanda Juara ke 8, Persib Bandung Rebut Capolista dan 2 Rekor Luis Milla Musim Ini Akan Berlanjut?
Semasa aktif bermain, M Ridwan adalah pemain PSIS Semarang sekaligus legenda hidup bagi Persib Bandung.
M Ridwan menjadi bagian dari skuad utama Persib Bandung sata menjadi juara Liga Indonesia di tahun 2014 silam.
Bahkan sata itu, M Ridwan juga satu tim dengan kiper I Made Wirawan yang saat ini masih aktif bermain dan membela Persib Bandung.
Dengan pengalaman yang dimiliki dan mengetahui Persib bandung luar dalam, adalah keuntungan bagi pelatih PSIS Semarang tersebut.
Alasan ketiga adalah PSIS Semarang akan bermain di kandang yang tentu akan dipenuhi oleh para pemain ke-12 yakni suporter.
Selain Persib Bandung, PSIS Semarang juga dikenal memiliki basis suporter besar dan loyal bagi klub, apalagi saat bertemu sesama klub besar yang selalu ditunggu-tunggu.***