SUARA SEMARANG - Nahdlatul Ulama disebut bisa membangun stadion dan ramai jadi perbincangan di media sosial usai rumput Stadion Gelora Delta Sidoarjo rusak parah.
Dengan memiliki stadion sendiri, maka Nahdlatul Ulama dinilai akan mudah dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan dengan jumlah massa besar sebagaimana yang dilakukan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Selain acara keagamaan, stadion Nahdlatul Ulama bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan lain yang positif terlebih lagi untuk membangun kesehatan masyarakat.
Pembicaraan itu ramai di laman instagram @nahdlatululama yang semula mengabarkan kegiatan Harlah 1 abad Nahdlatul Ulama.
Selain keterangan, ada foto jutaan jamaah Nahdlatul Ulama yang memadati Stadion Gelora Delta Sidoarjo beberapa hari lalu.
Dalam kegiatan itu, Presiden Jokowi juga disebut hadir menyapa Nahdliyin yang hadir di stadion.
“Lebih dari sejuta Nahdliyin, pagi tadi (7/2/23), berdoa bersama dan khidmat mengikuti rangkaian puncak Harlah di GOR Gelora Delta Sidoarjo. Presiden @jokowi juga ikut hadir dan menyapa ribuan Nahdliyin,” @nahdlatululama.
Membaca unggahan tersebut, banyak yang kemudian mendoakan Nahdlatul Ulama bisa membangun stadion sendiri dan tentu dengan kapasitas besar.
Harapan itu mendapatkan banyak dukungan dari simpatisan dan nahdliyin yang juga sepakat dengan pendirian stadion.
Baca Juga: PT LIB dan Liga Inggris Rencanakan Bertukar Wasit Selama 1 Bulan Jadi Ramai di Sosmed
“HARLAH NU KE 101,SEMOGA BISA BUAT STADION Nahdlatul Ulama bertaraf Internasional,yang setuju yok doakan,” @pacipnuippnupandaan_.
Sebagaimana diketahui Nahdltul Ulama menggunakan Stadion Gelora Delta Sidoarjo untuk acara Harlah 1 Abad, namun ada beberapa fasilitas rusak salah satunya adalah rumput.
Dengan Stadion bertaraf internasional yang dibangun, tentu akan menjadi catatan tersendiri bagi Nahdlatul Ulama yang merupakan Ormas keagamaan.
“Bagus,biar stadion di semua daerah itu ada barokahnya ya,dipake acara2 nu,” @kak_deniey.
Sebagai gambaran, nominal dana yang dibutuhkan untuk membangun stadion, tak murah dan juga tak gampang untuk mendapatkan lahan luas yang memadai.
Sebagai perbandingan, untuk membangun stadion Jakarta International Stadium (JIS) diperlukan anggaran berkisar Rp 5 triliun.
Anggaran itu belum termasuk biaya perawatan stadion dan lapangan yang besar dan bersifat rutin.
Meski demikian, sebagai ormas besar, Nahdlatul Ulama tetap bisa saja membangun stadion sebagaimana yang diharapkan.***