- Timnas Indonesia U-19 kalah 0-1 dari Australia di semifinal Piala AFF U-19 di Stadion Utama Sumatera Utara.
- Erick Thohir menilai kualitas pemain Indonesia sudah kompetitif namun masih memerlukan tambahan jam terbang untuk kedepannya.
- Australia akan menghadapi Thailand di final, sementara Indonesia melawan Kamboja pada perebutan posisi ketiga hari Sabtu.
Suara.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai kualitas pemain Timnas Indonesia U-19 tidak terpaut jauh dari Australia meski kalah 0-1 pada semifinal Piala AFF U-19 2026.
Satu satunya gol yang tercipta pada laga tersebut, sekaligus membawa kemenangan bagi Australia dicetak Marcus Edward Neil.
Pada babak final Australia akan menantang Thailand yang akan digelar di lapangan yang sama pada Sabtu (13/6).
Thailand melaju ke final setelah mengalahkan Kamboja dengan skor 4-0. Pada laga yang dipimpin wasit asal Jepang Tanimito Ryo itu, gol- gol Thailand dicetak Nattahakit Phosri menit 31, Itthimon Tippanet menit 45+1 dan menit 80 serta Udom Sean pada menit ke 88.
Partai final antara Australia melawan Thailand akan digelar pada Sabtu (13/6) malam pukul 20.15 WIB dan perebutan posisi tiga antara Kamboja melawan Indonesia digelar sore harinya pukul 16.00 WIB.
Erick menegaskan, perbedaan utama terletak pada pengalaman bertanding.
“Secara kualitas pemain kita tidak kalah, cuma butuh jam terbang saja,” ujar Erick.
Menurutnya, skuad asuhan Nova Arianto mampu tampil kompetitif sepanjang laga.
Timnas Indonesia bahkan dinilai sukses mengimbangi permainan Australia sebelum akhirnya kebobolan di menit akhir.
“Namun, sayang, ada serangan balik di akhir pertandingan sehingga kebobolan,” katanya.
Meski gagal melaju ke final, Erick tetap mengapresiasi perjuangan para pemain muda Garuda.
Erick mengaku bangga dengan semangat juang I Putu Panji Apriawan dan rekan-rekannya yang tampil penuh dedikasi.
Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Sumatera Utara itu berakhir pahit bagi Indonesia setelah gol Australia tercipta pada menit ke-88.
Erick menegaskan ajang ini merupakan bagian dari proses pembinaan jangka panjang.
“Ini bagus untuk persiapan mereka pada berikutnya termasuk kualifikasi AFC,” ujarnya. [Antara]