SEMARANG SUARA- Berikut kami sajikan contoh soal ulangan harian Kelas 4 SD MI Kurikulum Merdeka mata pelajaran Bahasa Indonesia Bab 8 Sehatlah Ragaku.
Bagi anda yang sedang mencari contoh soal ulangan harian Kelas 4 SD MI Kurikulum Merdeka mata pelajaran Seni Rupa Bahasa Indonesia Bab 8 Sehatlah Ragaku silahkan simak artikel berikut ini.
Soal ulangan harian Kelas 4 SD MI Kurikulum Merdeka mata pelajaran Seni Rupa Bahasa Indonesia Bab 8 Sehatlah Ragaku memuat materi pembelajaran diantaranya :
1. Ilustrasi dan teks
2. Fakta dan opini
3. Paragraf deduktif, induktif, dan campuran
Terdapat 2 macam model penilaian yang ada pada artikel berikut ini, soal model pilihan ganda dan uraian. Berikut kami sajikan contoh soal ulangan harian Kelas 4 SD MI Kurikulum Merdeka mata pelajaran Bahasa Indonesia Bab 8 Sehatlah Ragaku.
Soal Pilihan Ganda
Perhatikan penggalan cerita berikut!
(Untuk menjawab soal nomor 1 - 3)
Ira Tidak Takut
Ira menggenggam tangan Mama erat-erat. Gedung di depannya tampak menyeramkan. "Setelah ini kita makan piza kan, Ma ...," bisik Ira.
"Halo, Ira! Apa kabar hari ini?" "Apa kabar kura-kura?" "Ira sudah siap?" Orang-orang itu menyapa Ira.
"Kura-kura tidak mau disuntik hari ini!" jawab Ira
Namun, dokter itu tetap ingin memeriksa si kura-kura.
Baca Juga: Contoh Soal Ulangan Harian Kelas 4 SD Matematika Bab 12 Luas Kurikulum Merdeka
Kata dokter, sel darah merah si kura-kura sudah berkurang. Darah kura-kura harus ditambah. Kita menyebutnya ditransfusi. Kalau tidak, si kura-kura akan tetap lemas dan mual.
Tapi, disuntik itu sakit, kan? Kata dokter, sakitnya hanya sebentar. Tidak sampai sepuluh hitungan. Dia meminta Ira mencoba menyuntik sambil berhitung.
Satu ... dua ... tiga ... empat ... lima ... enam ... tujuh ... delapan ... sembilan ... sepuluh! Hanya sepuluh? Selesai?
Wah, hebat! Kura-kura tidak takut! Kalau begitu, Ira juga tidak takut!
Dokter mengingatkan Ira untuk berhitung sampai sepuluh! Selama ditransfusi nanti, Ira boleh menonton film kesukaannya. Satu ... dua ... tiga ... empat ... lima ... enam ... tujuh ... delapan ... sembilan ... sepuluh!
Wah, Ira merasa lebih segar.