SUARA SEMARANG - Gagal menuju PSIS Semarang, kini Keisuke Honda kembali jadi bahan perbincangan usai bertemu dengan Bos Persik Kediri Gading Marten dan Pemilik RANS Nusantara raffi Ahmad.
Dilihat dari pergerakan manajemen, Keisuke Honda telah menarik minat manajemen PSIS Semarang, Persik Kediri dan RANS Nusantara.
Setelah Bos PSIS Semarang memastikan gagal menggaet Keisuke Honda, kini Raffi Ahmad dan Gading Marten bertemu langsung dengan bintang Jepang tersebut.
Pertemuan antara Keisuke Honda dengan raffi Ahmad dan Gading Marten tersebut terlihat dalam momen yang berbeda.
Gading Marten lebih dulu menyampaikan kabar pertemuannya dengan Keisuke Honda yang berada di sebuah rumah makan.
Tak sendirian, Presiden klub Persik kediri itu bertemu Keisuke Honda dengan ditemani oleh kapten tim Arthur Irawan.
Dari foto yang diunggah di instastory Gading Marten, satu orang lagi nampak duduk di samping Keisuke Honda.
Beberapa waktu kemudian giliran akun @raffinagita1717 mengunggah pertemuan dua bos klub Indonesia, Raffi Ahmad - gading Marten dengan Keisuke Honda.
Ketiganya juga terlihat sempat foto bersama, dengan Keisuke Honda yang mengenakan jas serta berkacamata.
Baca Juga: 2 Solusi Erick Thohir Hubungi Manajemen PSIS Semarang dan Panpel, Ungkit Tragedi Kanjuruhan
Tak ada kejelasan apapun soal foto ini, namun disebut-sebut masih berkutat dengan dunia sepakbola yang membesarkan nama eks pemain AC Milan tersebut.
Di sisi lain, akun twitter @kskgroup2017 mengungkapkan kemungkinan Keisuke Honda akan melakukan investasi di Indonesia.
"I met some startup founders in Jakarta. I might invest one or two of them. They were interesting. (Saya bertemu dengan beberapa pendiri startup di Jakarta. Saya mungkin menginvestasikan satu atau dua dari mereka. Mereka menarik.)"
Saat ini Keisuke Honda masih menjadi bagian dari Timnas Kamboja dan menangani kelompok usia U23.
Kedatangan keisuke Honda di Indonesia diketahui terjadi pada awal tahun ini dan ia mengatakan akan menjalankan bisnisnya.
Spekulasi pun mulai terjadi saat PSIS Semarang yang saat itu belum memiliki pelatih kepala melakukan pendekatan.