SEMARANG SUARA- Berikut penjelasan dari dr. Zaidul Akbar tentang cara agar suami tahan lama saat berhubungan badan dengan istri di ranjang.
Mungkin sebagian dari para suami merasa kurang percaya diri saat berhubungan badan dengan istri karena menganggap dirinya lemah atau tidak tahan lama saat berhadapan dengan istri diatas ranjang.
Tentu hal tersebut memiliki beberapa faktor, dan salah satu faktornya sebagaimana yang dijelasakan oleh dr. Zaidul Akbar pada artikel berikut ini.
Melansir dari unggahan video pada kanal YouTube Bamol TV, berikut penjelasan dari dr. Zaidul Akbar tentang cara alami tanpa obat agar suami mampu tahan lama saat berhubungan badan dengan istri.
Dalam video tersebut dr. Zaidul Akbar mengungkapkan bahwa seorang laki-laki hendaknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi daging. Artinya daging cukup dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan energi atau kalori yang dibutuhkan saja.
"Makan daging boleh, tapi jangan sering-sering, kecuali Anda memang banyak mengeluarkan atau membutuhkan energi atau kalori yang besar, tapi kalau orang zaman sekarang tidak sebanyak itu butuhnya," ungkap dr Zaidul AKbar.
Selanjutnya dr. Zaidul Akbar membeberkan dosis mengkonsumsi daging bagi seorang laki-laki cukup satu minggu sekali mengkonsumsi daging, lalu sisanya diambilkan protein nabati.
"Kalau mau ngikutin pola yang pernah disampaikan dalam sebuah buku itu, dalam satu bulan, kita cuma 4 kali makan daging hewan. Artinya dalam satu minggu itu cuma sekali, sisanya protein dari nabati udah cukup,"
Protein nabati yang dimaksud dr. Zaidul Akbar bisa didapatkan dengan mengkonsumsi tempe atau alpukat.
"Protein juga bisa kalian dapatkan dari sumber protein nabati, tempe bisa, alpukat bisa,” pungkas dr Zaidul Akbar.
Lebih lanjut, dokter pakar herbal sekaligus penulis buku Jurus Sehat Rasulullah (JSR) ini menyarankan kepada para suami untuk tidak terlalu banyak mengkonsumsi daging agar bisa tahan lama saat berhubungan badan dengan istri.
"Maka bapak-bapak kalau mau lebih bertahan lama berjuang sama istrinya, jangan banyak makan daging," pungkas dr. Zaidul Akbar.