“Alhamdulillah, Kota Semarang dijadikan pilot project yang pertama kali di Indonesia. Di Kota Semarang sekarang ada 200-an kasus DBD dan khusus di Kecamatan Tembalang ini paling tinggi. Sehingga diharapkan dengan pilot project ini kasusnya bisa turun,” terangnya.
Dirinya juga mengajak khususnya para Camat untuk turun langsung ke masyarakat. Hal tersebut merupakan komitmen dari Pemerintah Kota Semarang dalam upaya menurunkan kasus DBD di Kota Semarang.
“Kami berkomitmen untuk bagaimana menurunkan kasus DBD di Kota Semarang. Maka di sini ada teman-teman dari Camat, dan khusus Camat Tembalang harus turun ke masyarakat. Kami juga mohon doa agar Wingko Semarang ini bisa menurunkan kasus DBD di Kota Semarang,” pungkasnya.
Di sisi lain, Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Semarang Nur Dian Rakhmawati menjelaskan jika sosialisasi tentang teknologi nyamuk ber Wolbachia telah dilakukan pada masyarakat.
Hal ini agar tidak menjadi salah persepsi tentang anggapan justru malah menambah banyak nyamuk Aedes Aegypti di masyarakat.
"Pengembangan telur-telur ini akan beranak pinak, ada sekitar 300 an telur pada satu nyamuk, dengan dipetakan setiap 75 meter ditanam telur," katanya, beberapa waktu lalu saat Workshop Teknologi Nyamuk Ber Wolbachia.
Berkembangnya nyamuk dari telur-telur ber Wolbachia ini akan menggantikan regenerasi nyamuk lokal.
"Ini untuk menggantikan populasi nyamuk Aedes Aegypti dengan populasi yang sudah ter wolbachia," katanya.***
Baca Juga: 10 Universitas Favorit di Kota Semarang, Lima Pemain Timnas U22 Kuliah di Kampus Ini