SUARA SEMARANG - Tak disangka stadion ini menjadi salah satu lokasi digelar pertandingan untuk Piala Dunia U17.
Berada 13 KM dari pusat Kota Bandung atau titik nol kilometer, stadion ini merupakan homebase dari klub Liga 2 namun jadi lokasi pertandingan Piala Dunia U17 nanti.
Meski lokasi di pelosok di tengah sawah dan jauh dari pusat Kota Bandung, Kementerian PUPR memilih dijadikan lokasi Piala Dunia U17 dibanding stadion lainnya.
Di bandingkan dengan Gelora Bandung Lautan Api atau Stadion Padjajaran, stadion ini adalah kandang klub Liga 2 namun mewah.
Meski begitu, jangan salah stadion ini sekarang mentereng mewah bahkan turut menjadi homebase bersama dengan klub Liga 1 yakni Persib Bandung.
Klub Liga 2 yang memiliki stadion ini adalah Persikab Bandung atau kepunyaan Kabupaten Bandung.
Persikab Bandung yang menghuni stadion ini yakni Stadion Si Jalak Harupat. Stadion ini juga dipuji oleh Presiden RI Joko Widodo.
Jokowi saat meninjau renovasi Stadion Si Jalak Harupat pada Rabu 12 Juli 2023, kagum dengan standar FIFA yang sudah diaplikasikan di stadian tersebut.
Selain itu, Stadion Si Jalak Harupat juga sebagai lokasi tempat seleksi pemain Timns U17 Indonesia untuk Piala Dunia U17 2023 esok.
Baca Juga: Kontrak Hampir Habis, Marc Klok Ingin Kembali Pakai Jersey Nomor 10 Persija Jakarta
Stadion Si Jalak Harupat adalah adalah sebuah stadion olahraga yang berada di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Nama stadion tersebut diambil dari julukan salah seorang pahlawan nasional dari Bojongsoang, Bandung, yaitu Otto Iskandardinata.
Kini stadion tersebut menjadi milik Pemerintah Kabupaten Bandung. Persikab Bandung, yang merupakan wakil Kabupaten Bandung di Liga 2 Indonesia menjadikan stadion tersebut sebagai kandangnya.
Begitu pula dengan tim se-daerah Bandung Persikab, Persib yang menjadikan stadion ini sebagai homebase sementara mereka di Liga 1 Indonesia.
Stadion ini dibangun mulai Januari 2003 pada saat Kabupaten Bandung dipimpin oleh bupati Obar Sobarna.
Selanjutnya diresmikan pada hari jadi Kabupaten Bandung yang ke 364, tanggal 26 April 2005 oleh Agum Gumelar yang menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat.
Kini setelah dilakukan renovasi oleh PUPR, Stadion Si Jalak Harupan mempu menampung kapasitas jumlah penonton sebanuka 30.100 kursi dibanding sebelumnya hanya 25 ribu kursi.***