Wisata Pantai Tirang Semarang, Ternyata Dulunya Pulau yang Kena Abrasi

Semarang | Suara.com

Minggu, 23 Juli 2023 | 12:56 WIB
Wisata Pantai Tirang Semarang, Ternyata Dulunya Pulau yang Kena Abrasi
Pantai Tirang Semarang (semarang.go.id)

SUARA SEMARANG - Pantai Tirang merupakan salah satu destinasi wisata alam di Kota Semarang yang memiliki sejarah tersendiri.

Siapa sangka, Pantai Tirang yang saat ini kita lihat tidak sama dengan kondisinya di masa lampau.

Dikutip dari parawisata.semarangkota.go.id, Pantai Tirang dulunya adalah sebuah pulau yang diberi nama Pulau Tirang.

Pulau Tirang memiliki keindahan flora dan fauna kemudian menjadi ikon dari Kota Semarang.

Fenomena abrasi yang sangat hebat terjadi sehingga keberadaan Pulau Tirang menghilang, menyisakan garis pantai yang kini dikenal dengan sebutan Pantai Tirang.

Adapun lokasi Pantai Tirang secara administratif berada di Desa Tambakrejo, Tugurejo, Tugu, Kota Semarang. Lokasinya yang cukup strategis mendukung banyaknya jumlah wisatawan yang ada.

Lokasi Pantai Tirang tidak jauh dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang dan tidak jauh dari keramaian tersebut menarik para wisatawan untuk berkunjung.

Di sebelah Pantai Tirang, terdapat Sungai Silandak yang memisahkan Pantai Tirang dan Pantai Maron.

Sedangkan untuk tiket masuk Pantai Tirang adalah sebesar Rp 5.000. Adapun tarif parkir menyesuaikan dengan kendaraan yang dibawa.

Di Pantai Tirang terdapat beberapa gazebo, area parkir, serta warung. Warung-warung di Pantai Tirang menyediakan berbagai makanan dan minuman serta kebutuhan seperti tisu dan sebagainya.

Di Pantai Tirang, pengunjung dapat melihat sunset jika datang di saat yang tepat, yakni saat cuaca cerah.

Selain menikmati sunset, banyak tempat di Pantai Tirang yang bisa kamu jadikan spot foto. Salah satunya adalah deretan tambak mangrove atau tanaman bakau yang terlihat menawan.

Tanaman bakau yang ada di Pantai Tirang sebenarnya bukan hanya sekedar pemanis. Namun, merupakan upaya untuk mengurangi dampak abrasi di sepanjang garis pantai.

Rencananya, Pemkot Semarang akan mengembangkan Pantai Tirang dengan menambahkan fasilitas olahraga.

"Karena punya potensi jalur trek lari yang cukup indah. Pemkot Semarang berencana mengembangkan pantai tirang, sebagai salah satu tempat atau venue untuk olahraga rekreasi atau sport turism," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

The World Lost Castle, Tempat Wisata dengan Spot Foto unik di Yogyakarta

The World Lost Castle, Tempat Wisata dengan Spot Foto unik di Yogyakarta

Your Say | Minggu, 23 Juli 2023 | 07:54 WIB

Orang Tua Siswa Al Azhar Semarang Nangis Sejadi-jadinya, Usai Anaknya Gagal Jadi Paskibra Nasional

Orang Tua Siswa Al Azhar Semarang Nangis Sejadi-jadinya, Usai Anaknya Gagal Jadi Paskibra Nasional

Jawa Tengah | Minggu, 23 Juli 2023 | 07:01 WIB

Buntut Kecelakaan Kereta Api, Pengamat Nilai Perlintasan Jalan Madukoro Kota Semarang Belum Perlu Jalan Layang

Buntut Kecelakaan Kereta Api, Pengamat Nilai Perlintasan Jalan Madukoro Kota Semarang Belum Perlu Jalan Layang

Jawa Tengah | Sabtu, 22 Juli 2023 | 10:17 WIB

Terkini

Ciwidey - Rancabali Membludak! Wisatawan 'Kepung' Kawasan Pacira dengan Ratusan Ribu Kendaraan

Ciwidey - Rancabali Membludak! Wisatawan 'Kepung' Kawasan Pacira dengan Ratusan Ribu Kendaraan

Jabar | Minggu, 22 Maret 2026 | 20:25 WIB

H+1 Lebaran, 9,4 Juta Orang Serbu Commuter Line: Stasiun Bogor Jadi Titik Terpadat

H+1 Lebaran, 9,4 Juta Orang Serbu Commuter Line: Stasiun Bogor Jadi Titik Terpadat

Bogor | Minggu, 22 Maret 2026 | 20:10 WIB

Lebaran Bareng Keluarga Pacar, Hubungan Azizah Salsha dan Nadif Zahiruddin Makin Serius?

Lebaran Bareng Keluarga Pacar, Hubungan Azizah Salsha dan Nadif Zahiruddin Makin Serius?

Entertainment | Minggu, 22 Maret 2026 | 20:00 WIB

Menggugat Salam Tempel Saat Lebaran: Kenapa Anak Kecil yang Sering Dapat?

Menggugat Salam Tempel Saat Lebaran: Kenapa Anak Kecil yang Sering Dapat?

Your Say | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:55 WIB

Angkot Dilarang Masuk Puncak! Dishub Bogor Putar Balik Kendaraan di Simpang Gadog

Angkot Dilarang Masuk Puncak! Dishub Bogor Putar Balik Kendaraan di Simpang Gadog

Bogor | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:51 WIB

Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat

Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:37 WIB

Bacaan Niat Puasa Syawal, Apakah Harus Dilakukan Berurutan?

Bacaan Niat Puasa Syawal, Apakah Harus Dilakukan Berurutan?

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:35 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Viral Saf Salat Id di Alun-Alun Kudus Campur Baur, Bagaimana Hukumnya?

Viral Saf Salat Id di Alun-Alun Kudus Campur Baur, Bagaimana Hukumnya?

Entertainment | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB