SUARA SEMARANG - Tokyo Verdy harus berterima kasih pada para pemain belakang termasuk Pratama Arhan. Lantaran klub asal Tokyo tersebut memiliki pertahanan terbaik saat ini.
Bek Pratama Arhan memberikan andil positif bagi lini belakang Tokyo Verdy meski baru beberapa kali bermain. Efek positif itu terlihat dari kesolidan barisan bek.
Setidaknya hingga pekan ke-30 musim ini, Pratama Arhan dkk menjadi klub dengan kebobolan paling sedikit. Bahkan jika dibandingkan dengan klub dengan agregat terbesar saat ini pun Shimizu S-Pulse.
Hingga pekan ini, klub yang dibela Pratama Arhan tersebut baru kebobolan 22 gol. Jumlah itu menjadi yang paling sedikit diantara 22 kontestan di Liga 2 Jepang.
Jumlah kebobolan paling mendekati adalah Machida Zelvia yang saat ini ada di puncak klasemen dengan 23 gol. Sementara di urutan berikutnya ada Shimizu S-Pulse dengan 24 kali kebobolan.
Berkebalikan dengan Pratama Arhan dkk, klub Fujieda MYFC menjadi tim paling banyak kebobolan dengan 52 gol bersarang.
Catatan itu menandakan Pratama Arhan dkk memiliki pertahanan yang solid dan kokoh. Cara bertahan Tokyo Verdy juga sangat terlihat terorganisir sehingga seorang bek seperti Pratama Arhan harus disiplin dalam bertahan dan membantu lini serang.
Bisa jadi hal itulah yang membuat Pratama Arhan jarang dimainkan, karena Pelatih Hiroshi Jofuku mempertimbangkan betul keseimbangan tim dalam bertahan dan menyerang.
Padahal saat bermain di Timnas Indonesia maka Pratama Arhan sangat sering membantu lini depan dengan memberikan umpan silang maupun lemparan ke dalam.
Baca Juga: Hasil Pertandingan Live Skor Jeonnam Dragons vs Busan IPark, Kunci Posisi Runner Up
Jika Tokyo Verdy memiliki pertahanan terkuat maka sebaliknya kurang terlihat di lini serang. Setidaknya jika dibandingkan dengan 4 tim teratas.
Dari 4 besar klub, Tokyo Verdy paling sedikit mengoleksi gol dengan 39 kali menjebol gawang lawan. Sementara tiga lainya secara berurutan adalah Machida Zelvia 50 gol, Jubilo Iwata dan Shimizu S-Pulse dengan masing-masing 54 gol.
Dari statistik ini terlihat betul bagaimana pelatih Tokyo Verdy menjaga keseimbangan tim. Ia mengetahui betul kelemahan dan kelebihan Pratama Arhan dkk sehingga tak terlalu fokus dalam menyerang.
Hal itu terlihat dari statistik di 30 laga Pratama Arhan dkk yang mencatatkan 15 kali menang, 7 imbang dan 8 kali kalah.
Jumlah kekalahan Pratama Arhan dkk tersebut juga yang terbanyak dari klub 4 besar. Sementara jumlah kemenangan hanya kalah dari Machida Zelvia dengan 19 kali menang.***