Exit Tol Ngaliyan Semarang Didesain Ulang, Mudahkan Kawasan Industri di BSB hingga Kurangi Kecelakaan

Semarang

Rabu, 13 September 2023 | 14:44 WIB
Exit Tol Ngaliyan Semarang Didesain Ulang, Mudahkan Kawasan Industri di BSB hingga Kurangi Kecelakaan
Ilustrasi jalan Tol Semarang (semarangkota.go.id)

SUARA SEMARANG - Exit Tol Ngaliyan Kota Semarang akan dilakukan redesain untuk mencegah hal yang tidak diinginkan di kawasan tersebut.

Diketahui, saat ini daerah Ngaliyan, BSB dan sekitarnya sudah padat kendaraan sehingga desain exit tol dibuat untuk mengurai kemacetan tersebut.

Selain itu, di daerah Ngaliyan juga beberapa kali terjadi kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat, seperti truk yang melewati jalan utama.

Sekretaris Derah Kota Semarang Iswar Aminuddin mengatakan, jika exit tol Ngaliyan tidak didesain dengan baik, justru bakal mengakibatkan kemacetan di jalan poros Ngaliyan.

"Sehingga dibutuhkan desain yang lebih nyaman bagi pengendara, pengguna jalan," katanya dikutip dari semarangkota.go.id.

Akibat dari desain ulang ini, target penyelesaian pembangunan exit tol Ngaliyan menjadi mundur.

Namun hal tersebut tidak menjadi masalah karena tujuannya adalah untuk memberikan kenyamanan kepada warga Kota Semarang.

Saat ini, redesain Exit Tol Ngaliyan sudah rampung dan sudah diketahui kebutuhan total luasan lahan hasil desain ulang infrastruktur tersebut.

Beberapa hal yang harus dilakukan adalah pembebasan tanah hingga sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak proyek tersebut.

baca juga

"Kaitan pembebasan tanahnya akan dibiayai penuh oleh pemerintah pusat. Cuma sekarang bagaimana penerapan lokasi, peta bidang, dan sebagainya untuk kemudian dilaksanakan kembali sosialisasi kepada masyarakat," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan penyebab mundurnya target pembangunan exit tol Ngaliyan adalah meluasnya lahan yang harus dibebaskan.

Dengan demikian, otomatis anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan juga akan bertambah seiring bertambahnya warga yang terdampak proyek.

"Pembebasan lahan yang (semula) membutuhkan 4.000 meter persegi berubah menjadi 6 hektare sehingga dibutuhkan anggaran pembebasan yang lebih banyak," kata Ita, sapaan akrab Hevearita.

Dengan adanya exit tol Ngaliyan, masyarakat pengguna jalan akan bisa lebih mudah untuk keluar masuk melalui tol Semarang-Batang.

Exit tol Ngaliyan juga dinilai sangat strategis untuk mendukung kegiatan perekonomian di sekitar kawasan itu, apalagi terdapat kawasan industri di Bukit Semarang Baru (BSB).

"Dari desain kami melihatnya tambah oke. Tambah panjang untuk 'exit' dan 'in-out'nya ke Kota Semarang. Kami siap mendukung untuk mempermudah lalu lintas mengurangi kecelakaan," katanya.

Exit Tol Ngaliyan juga diharapkan bisa mengurangi kejadian kecelakaan karena banyak truk yang keluar masuk kawasan industri di BSB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Pemenang Lomba Foto Taman Hasil Pembangunan Disperkim Kota Semarang 2023

Ini Pemenang Lomba Foto Taman Hasil Pembangunan Disperkim Kota Semarang 2023

Semarang | Rabu, 13 September 2023 | 13:35 WIB

Kisah Berdirinya Suporter PSIS Semarang Panser Biru, Ternyata Lahir dari Keprihatinan Tragedi Manahan Solo

Kisah Berdirinya Suporter PSIS Semarang Panser Biru, Ternyata Lahir dari Keprihatinan Tragedi Manahan Solo

Jawa Tengah | Rabu, 13 September 2023 | 12:16 WIB

Seruduk Kontainer Di Tol Dalam Kota, Perempuan Pengemudi Toyota Yaris Tewas Di Lokasi

Seruduk Kontainer Di Tol Dalam Kota, Perempuan Pengemudi Toyota Yaris Tewas Di Lokasi

News | Rabu, 13 September 2023 | 11:44 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×