SUARA SEMARANG - Alfeandra Dewangga mendapatkan peran baru di Timnas Indonesia U-23 saat kalah 1-0 dari China Taipei. Peran yang diberikan oleh pelatih Indra Sjafri itu justru dipertanyakan.
Kenyataanya, Alfeandra Dewangga yang bermain di tengah dinilai tak efektif. Sehingga lini tengah Timnas Indonesia justru sering kalah melawan China Taipei.
Berbeda dengan yang dilakukan di Timnas Senior atau Timnas di Piala AFF, Dewangga berperan di barisan bek.
Timnas Indonesia U-23 yang dilatih Indra Sjafri disebut kembali ke setelan pabrik usai kalah tipis 1-0 dari China Taipei. Meski diperkuat sejumlah pemain berpengalaman di Timnas senior salah satunya Dewangga.
Sedang butuh kemenangan, kenyataanya anak asuh Indra Sjafri malah kalah di tangan negara yang notabene berada di bawah Indonesia.
Gaya permainan Timnas Indonesia yang disebut tak menarik dan sering kali salah umpan membuat fans mulai membandingkan Timnas U-23 Indra Sjafri dengan skuad Piala AFF di tangan Shin Tae Yong.
Timnas Indonesia yang dibawa Indra Sjafri di Asian Games kali ini memang tidak ideal, karena banyak pemain-pemain top tidak ikut serta. Mulai dari Pratama Arhan, Marselino Ferdinan hingga bek seperti Elkan Baggott.
Namun kekalahan atas China Taipei disebut tak boleh jadi alasan, karena negara lawan juga berada di bawah ranking Timnas Indonesia. Pemain-pemain seperti Dewangga, Rachmat Irianto dan Haykal Al Hafiz bisa ikut serta.
Fans Timnas Indonesia kapan mulai membandingkan skuad Indra Sjafri di Asian Games dengan skuad Shin Tae Yong di Piala AFF Thailand. Keduanya sama-sama mendapatkan skuad seadanya.
Baca Juga: Klasemen Jeonnam Dragons Gasak Asan 1-0, Hanya Terpaut 2 Poin Dari Posisi Terakhir Playoff
Hal pertama yang dibandingkan adalah gaya permainan kedua skuad. Terlebih lagi lini tengah yang sama-sama diperkuat oleh gelandang Alfeandra Dewangga begitu terlihat berbeda.
Di skuad Indra Sjafri saat kalah dari China Taipei ini Dewangga dimainkan sebagai gelandang. Sementara SHin Tae Yong menempatkannya sebagai bek di Piala AFF.
Lini tengah Timnas Indonesia saat kalah dari China Taipei dinilai seperti kebingungan mau melakukan apa. Koneksi antar lini juga disebut tak berjalan dengan baik.
"Punya pemain tengah tapi kaya ngga guna, ngga ada yg bisa ngalirin bola kedepan dengan baik," @abbi_tasbiullah31.
Lini tengah Indonesia di babak pertama diisi oleh Dewangga, Abimanyu dan Ananda Raehan. Selain Dewangga, gaya main Haykal Alhafiz juga jadi sorotan.
Dewangga merupakan pemain versatile yang bisa dimainkan sebagai gelandang. Namun ia terlihat bisa bermain maksimal sebagai bek. Maka saat dilatih Shin Tae Yong, Dewangga lebih sering dipasang sebagai bek.