Egy yang di babak kedua dipaksa menjadi striker murni pun tak mampu berbuat banyak, sebab China Taipei menggunakan gaya main berlapis statis sehingga susah untuk berkembang jika hanya mengandalkan kecepatan tanpa adanya bola pantul dari striker utama.
Selain itu, serangan Indonesia berhasil dipatahkan dengan mudahnya oleh pemain China Taipei karena pelatih China Taipei menggunakan cara bertahan ganda.
Padahal kemarin Timnas Indonesia berhasil membantai China Taipei dengan skor begitu telak 9-0.
Namun kali ini memang harus kita akui tim yang dibawa ke Asian Games sangat berbeda materi dibanding dengan Piala Asia kemarin.