SUARA SEMARANG - Pemain asing PSIS Semarang, Vitinho yang sering mendapatkan kritikan dari para pendukung membuktikan bahwa dirinya belum habis.
Dalam pertandingan PSIS Semarang vs Barito Putera di Stadion Jatidiri, Vitinho menyumbangkan satu assist kepada Carlos Fortes pada menit 75.
Gol tersebut merupakan satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut sehingga bisa membawa PSIS Semarang ke posisi 4 klasemen sementara.
Bermain dari bangku cadangan, Vitinho masuk pada menit 61 menggantikan Riyan Ardiansyah.
Jika biasanya Vitinho bermain di sisi kanan, kali ini pemain asal Brasil tersebut mendapatkan tugas untuk menyerang dari sisi kiri PSIS Semarang.
Gol terjadi saat PSIS Semarang melakukan serangan balik yang diawali dari Giovani Numberi.
Melihat gerakan Vitinho ke depan, Giovani Numberi dengan cerdik mengangkat bola yang dapat diterima dengan baik oleh pemain bernomor punggung tujuh tersebut.
Vitinho kemudian melihat pergerakan Carlos Fortes yang berada di kotak penalti yang kemudian memberikan umpan rendah.
Carlos Fortes mampu menyambut umpan Vitinho dengan membelokkan bola ke tiang dekat dengan kaki kirinya yang tidak bisa diantisipasi oleh kiper Barito Putera, Ega Rizky.
Baca Juga: Imbas Bentrok Warga Vs Aparat, Komnas HAM Minta Pemerintah Tinjau Ulang PSN di Pulau Rempang
Vitinho mendapatkan penghormatan dari Carlos Fortes saat selebrasi yang dilakukan bomber asal Portugal.
Berkali-kali Carlos Fortes menunjuk Vitinho tanda bahwa gol yang dia cetak adalah hasil kerja keras rekannya tersebut.
Keunggulan 1-0 untuk PSIS Semarang dipertahankan oleh pelatih Gilbert Agius dengan menarik dua pemain bertipe menyerang miliknya, yakni Septian David Maulana dan Carlos Fortes.
PSIS Semarang lebih memilih untuk memberikan overload di lini tengah dengan memasukkan Delvin Rumbino dan Gian Zola.
Selama pertandingan, Barito Putera sebenarnya lebih beradni melakukan pressing di daerah pertahanan PSIS Semarang.
Bahkan saat PSIS Semarang melakukan tendangan gawang, 5 pemain Barito Putera sudah berada di dekat kotak penalti tuan rumah.