Nyala Tungku UMKM Pande Besi, Cangkul Merah Putih SNI untuk Ketahanan Pangan Negeri

Semarang

Jum'at, 29 September 2023 | 20:51 WIB
Nyala Tungku UMKM Pande Besi, Cangkul Merah Putih SNI untuk Ketahanan Pangan Negeri
Tiga orang pekerja saat proses penempaan pelat besi di bengkel Pande Besi binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yakni UD Arum Sari, Klaten, Senin 25 September 2023 (Diaz Abidin/Suara Semarang)

Memulai bisnis sejak tahun 1989 dengan modal pemberian jaminan oleh orag tuanya untuk pinjaman dari bank Rp 1 juta.

Uang itu untuk beli alat mesin potong gunting serta las dan gerinda, yang lainnya seperti bahan plat besi.

“Alhamdulillah berjalan, memang di daerah kita dulu belum begitu banyak perajin bermunculan. Saat itu empat atau lima personel. Orang sini pertama kali pak budianto dan pak sumanto,” kata dia.

Berjalannya waktu Supriyanto jadi salah satu saksi sejarah betapa riuhnya perkembangan Pande Besi di kampung halamannya itu.

Dari mulai hitungan jari, kini usaha Pande Besi menjamur di dua desa yakni Dukuh Karangpoh, Desa Padas, Kecamatan Karanganom, dan Dusun Karangpoh, Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten.

“Sekarang ada 40-an pelaku usaha UMKM yang tergabung di koperasi, lainnya ada 30 orang. Jadi total sekarang ada sekitar 70 an UMKM Pande Besi,” kata dia.

Supriyanto juga mengenang saat dirinya kecil sudah ada Pande Besi di desanya namun masih dengan cara tradisional.

Saat listrik masuk desa sekira tahun 1985 di mana Menteri Penerangan saat itu yakni Harmoko, Pande besi mulai menggunakan alat semi modern.

Seiring perkembangan waktu, orderan yang didapatkan Supriyanto cukup banyak, hingga mampu menambah pekerja.

baca juga

“Perjalanan waktu tahun 90-an kita belum ada barang sudah di DP (uang muka) sama bakul, Alhamdulillah berjalan,” kata dia.

Misalnya pada tahun 1993 itu dapat orderan dari Surabaya yang meminta dalam waktu setengah bulan 6.000 cangkul.

“Cuma kita keterbatasan alat hingga hanya mampu produksi 4.000 cangkul,” kata dia.

Sementara itu pasar lokal langganan Supriyanto berasal dari Kabupaten Sragen, dan Boyolali di mana ada bakul (pembeli) besar.

Kini pasar produk dari UMKM Pande Besi UD Arum Sari makin berkembang dengan bermacam inovasi membuat alat pertanian, perkebunan, dan proyek.

Khusus untuk cangkul saja mungkin belasan hingga puluhan desain, belum sabit, parang, dodos sawit, cetakan batako dan lain-lain. Produknya juga sudah menyeberang hingga Kalimantan, seperti alat dodos sawit.

“Kemarin ada pesanan ke Kalimantan, misal pesanan dari Astra Agro Lestari. Kalau di Kalimantan itu kabarnya banyak produk dari Malaysia. Kita Alhamdulillah bisa masuk ke sana,” kata dia.

Cangkul Merah Putih SNI  

Buah dari ketekunan itu, pada 2021 Supriyanto bahkan dipercaya oleh Kemenperin dan Kemenkop dan UMKM menjadi salah satu yang bertanggungjawab dalam audit sertifikasi (SNI) Cangkul Merah Putih.

Program ini disebut sebagai gerakan melokalisasi cangkul buatan dalam negeri. Pertarungannya jelas untuk melawan gempuran impor alat pertanian dari luar negeri seperti China ataupun Malaysia.

Selain itu tentu untuk menjaga UMKM sebagai soko guru perekonomian di Indonesia.

Meski demikian hal itu tak serta merta tanpa tantangan, Supriyanto dan pelaku Pande Besi lainnya mengaku belum bisa sepenuhnya mendapatkan bahan yang terjangkau.

“Misalnya plat baja dengan karbon tinggi istilahnya itu bahannya masih impor, belum ada produksi di dalam negeri. Seandainya ada tentu bisa dapat hatga yang lebih terjangkau,” kata dia.

Di tengah tantangan itu, Supriyanto berharap para pemangku kepentingan di tingkat daerah hingga pusat bisa terus mengakomodir para pelaku UMKM kecil dari segala lini.

Bengkel Pande Besi UD Arum Sari mengedepankan prinsip 5R yang pelatihannya diberikan oleh Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) [Diaz Abidin/Suara Semarang]
Bengkel Pande Besi UD Arum Sari mengedepankan prinsip 5R yang pelatihannya diberikan oleh Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) (sumber: Diaz Abidin/Suara Semarang)

Pelatihan Basic Mentality dan 5R dari YDBA

Supriyanto tentu tak boleh sembarangan dalam membuat cangkul merah putih bersertifikat SNI, di mana harus sesuai standar quality, cost dan delivery yang dipelajarinnya dalam berbagai program pendampingan.

Memang jodoh, Supriyanto sebelumnya sudah bertemu dengan Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yang mendampingi banyak UMKM supaya makin tangguh dan berkembang.

Supriyanto mengakui betapa pentingnya mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan YDBA untuk dirinya dan para Pande Besi lain di desanya.

Beberapa poin yang diikutinya dan memberi banyak manfaat antara lain, Pelatihan Basic Mentality, Pelatihan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin), Pelatihan Pengetahuan Material dan Teknik Tempa, Pelatihan Gambar Teknik, Pelatihan Design Proses, Pelatihan Pengukuran, Pelatihan Dinamika Kelompok, Pelatihan Cost Calculation dan Pembukuan Sederhana, serta program lainnya.

Dengan tempat yang rapih dan rajin misalnya, akan membuat lokasi usaha enak dipandang serta mengurangi risiko kecelakaan kerja.

“Basic mentality, saya pikir-pikir memang betul, kalau perajin dididik mental kalau ada badai Insya Allah akan lebih kuat. Saya masih eksis produksi alat-alat pertanian. Memang istilahnya dengan pendampingan betul-betul membuka wawasan kita,” kata Supriyanto.

Pelatihan yang demikian disebutnya akan memberikan keteguhan pada para perajin bila menekmukan keraguan menjalani usaha.

“Istilahnya perajin kana da keraguan kalau ada begi begini, dengan pembinaan basic mentality rekan rekan sedikit dmei sedikit bisa mengatasi,” katanya.

Dalam kesempatan lain Sigit P Kumala, Ketua Pengurus YDBA menambahkan, sektor UMKM pandai besiselama ini sangat mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah.

UMKM Pande Besi hanya butuh dukungan lebih intens supaya terus mengukir posisi menjadi bagian dari menjaga ketahanan pangan negeri.

Secara produksi bisa ditingkatkan, melalui peralatan-peralatan yang lebih modern dengan pembiayaan usaha.

“Secara pembiayaan sudah ada dukungan dengan menggandeng dengan lembaga pembiayaan dan bergulir, sehingga bisa dapatkan modal. Ini bisa manfaat bagi UMKM,” kata dia.***

Kontributor: Diaz Abidin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Temu Bisnis IKM Solo Raya, YDBA Astra-Kemenperin Suntik Semangat agar Naik Kelas dengan Fasilitasi Pemasaran

Temu Bisnis IKM Solo Raya, YDBA Astra-Kemenperin Suntik Semangat agar Naik Kelas dengan Fasilitasi Pemasaran

Semarang | Jum'at, 07 Juli 2023 | 11:59 WIB

Merawat yang Tersisih, Kertas dari Serat Kotoran Gajah-Panda di Taman Safari Indonesia dan Kontribusi UMKM Binaan YDBA

Merawat yang Tersisih, Kertas dari Serat Kotoran Gajah-Panda di Taman Safari Indonesia dan Kontribusi UMKM Binaan YDBA

Semarang | Jum'at, 14 Juli 2023 | 14:12 WIB

Peran Asyik YDBA Comblangkan IKEA dan 2 UMKM Kerajinan Daur Ulang Sampah dari Desa Tarikolot

Peran Asyik YDBA Comblangkan IKEA dan 2 UMKM Kerajinan Daur Ulang Sampah dari Desa Tarikolot

Semarang | Senin, 24 Juli 2023 | 11:04 WIB

Terkini

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:45 WIB

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:43 WIB

Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia

Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia

Entertainment | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:27 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob

BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob

Bali | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:22 WIB

Bagaimana Struktur Baja Masjid Raya Baitul Khairaat Pasca Gempa?

Bagaimana Struktur Baja Masjid Raya Baitul Khairaat Pasca Gempa?

Sulsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:15 WIB

Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi

Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:15 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

×