![Kondisi lahan pertanian kering di sekitar embung Ringinarum Kendal. [Semarang.suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/semarang/thumbs/1200x675/2023/10/05/1-img-20231005-142909.jpg)
Ia kini pasrah, usai panen tembakau belum ada rencana kapan menyiapkan benih-benih padi. Sebabnya, air juga belum ada untuk pengairan.
"Percuma kalau enggak ada air, mau tanam siram pakai apa, nanti malah merugi kalau sudah beli benih dan pupuk," katanya.
Petani Ringinarum lainnya, Rozikin (45) mengaku kini menganggur akibat kekeringan dan tak ada kecukupan air di embung.
Ia yang juga menanam tembakau dan usai panen, terpaksa beralih profesi menjadi tenaga serabutan selama menunggu musim tanam padi datang. Dia lakukan semata agar dapur tetap ngebul.
"Lahan saya jauh dari embung, enggak dapat air, percuma tanam-tanam. Ini nganggur jadi kuli bangunan serabutan," katanya.***