Berita Hotman Paris mendapat penunjukan sebagai pengacara Irjen Teddy Minahasa Putra, terduga kasus 5 kilogram sabu-sabu, tuai kontroversi dari netizen.
Menurut Hotman Paris, penunjukan sebagai pengacara sudah lama ada, pasca tertangkapnya Teddy Minahasa oleh anggota Divpropam Polri, Jumat (14/10/2022).
Membela Teddy Minahasa dalam kasus pelanggaran hukum diburu netizen, mereka beramai-ramai serang Hotman via kolom komentar akun Instagram @hotmanparisofficial, Minggu 23 Oktober 2022.
Para netizen menyematkan komentar kekecewaan di salah satu unggahan video Hotman Paris, pengacara yang koleksi asisten pribadi cantik dan seksi.
Pada kesempatannya, Hotman posting video berisi cewek-cewek cantik dan memakai bikini. terlihat pengacara baru Teddy Minahasa Putra menulis,
"Atlas, tempat kenalan para si cantik". Minggu 23 Oktober 2022.
Seperti yang terlihat dalam video, para cewek seksi berbikini bersama Hotman Paris bergoyang. Mereka mengenakan baju kaus oblong dan nikmati alunan musik DJ.
"Goyang dong, kalau malam kau naik di sini," kata Hotman Paris dalam cuplikan video itu.
"Ayo goyang, ayo goyang. Nah gitu lho," sambung pengacara Teddy Minahasa Putra tersebut.
Baca Juga: Sama-Sama Kaya, Hotman Paris Jadi Pengacara Irjen Teddy Minahasa Putra
Menurut netizen, tindakan Hotman Paris seakan-akan mendukung gembong pengedar narkoba.
"Sama saja dengan mendukung gembong bang, seorang jenderal harusnya menjaga bangsa dan negara dari narkoba. Bukan malah mengibarkan bendera memakai narkoba," tulis @lapak_berly*****.
"Pantaskah jenderal seperti itu dibela oleh seorang pengacara baik hati, penolong rakyat," sambung pemilik akun tersebut.
"Jadi nga respect lagi," tulis @ja.mie*****.
"Bang, kenapa bela Teddy bang," sambung pengguna internet lainnya.
Sebelumnya pengacara kaya, Hotman Paris menyampaikan, kalau asistennya telah menemui jenderal bintang dua emas yang kini mutasi di Yanma Mabes Polri.
Ia pun katanya, sudah kenal alumnus SMP 1 Kota Pasuruan itu, ketika Teddy Minahasa jabat Karopaminal Propam Polri.
"Ya jelas aku kenal TM jauh sebelum Covid-19," ungkap Hotman.