"Sekarang udah engga mindah-mindahin kompor lagi kalo hujan, karena rumahnya udah dibagusin," kata Nuke (26) pemilik warung kecil penerima manfaat Program Renovasi Warung di Desa Kedung Dalam.
Ia juga mengatakan jika nanti sudah dilakukan renovasi dan bantuan untuk warung kecilnya, ia telah membayangkan akan jenis dagangan yang akan dijualnya nanti.
"Ya paling jajan-jajanan, gorengan, es, mie gitu," ujarnya.
Kemudian, saat ditanya kira berapa pendapatan per hari saat ini, Nuke mengatakan tergantung jenis dagangan yang ia jual dengan modal yang terbatas.
"Kadang mah Rp 150.000 yah klo lagi rame, kadang Rp 200.000 tergantung jualan yang kita jual juga sih, kan modalnya masih terbatas pak," bebernya.
Menurutnya, warga memang membutuhkan kemudahan saat datang ke toko, karena warga atau masyarakat tidak hanya belanja di warung, tetapi juga bertemu dan bercakap-cakap.
Untuk diketahui, program bantuan MUFG di desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk, Kab. Tangerang akan terus digalakkan karena masih banyak keluarga yang belum sejahtera.
Hal itu terlihat dari masih banyaknya keluarga yang belum memiliki tempat tinggal yang layak, pola hidup bersih dan sehat, serta pengetahuan yang baik tentang pengelolaan bisnis dan keuangan.
Kehadiran MUFG melalui Habitat merupakan wujud komitmen untuk terus membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: Tekan Pemanasan Global, Telkom Optimalkan Berbagai Program Ramah Lingkungan Sepanjang 2022