Viral di media sosial Twitter curahan hati orang tua tentang perkataan seorang guru yang berakibat buruk bagi masa depan putranya hingga harus menjalani terapi ke psikiater. Akun Twitter @bambangwn membuat thread menceritakan bagaimana awal mulanya hingga sang anak depresi.
Di awal cuitannya sang ayah membuat judul "Ada oknum guru yang membunuh Cita-cita siswa," tulisnya di awal thread.
Bambang yang menetap di Bantul, Jogjakarta juga merupakan seorang dosen bercerita bahwa pada tahun 2002 anaknya sekolah di Taman Kanak-kanak.
Diusia 5 tahun sang anak sudah pandai bernyanyi yang dilatih sendiri olehnya. Selain itu sang anak bahkan sering tampil di Malioboro Mall dan berbagai event di daerah Jogjakarta serta suka membawakan lagu dari Sherina Munaf.
"Hampir setiap pekan dan hari libur, anak saya itu diminta menyanyi dan main musik di berbagai event. Tidak jarang dia diberi uang jajan oleh panitia penyelenggara event tersebut," tulisnya.
Dari honor tersebut sang anak mampu membeli pakaian baru dan mainan untuk dirinya sendiri. Menginjak kelas 5 SD Bambang pun pernah mengantarkan anaknya ikut audisi Idola Cilik di Jakarta sesuai permintaanya namun gagal lolos ke tahap selanjutnya.
"Meski gagal, dia tetap saya beri hadiah naik pesawat terbang dan membeli cindremata," ujar Bambang.
Petaka itu datang kala sang anak duduk di kelas 8 (dua smp) pada tahun 2010, ketika seorang guru bertanya kepada para siswa di kelas tentang cita-citanya kelak.
"Biasa, muncul jawaban klasik, bahkan klise.
Baca Juga: Bukan Fuji, El Rumi Dianggap Lebih Cocok dengan Aaliyah Massaid
Ada yang ingin menjadi
Dokter
Polisi
Tentara
Guru
Pilot
...
Setiba giliran anak saya, dia dengan lantang menjawab, "Saya ingin jadi penyanyi!"
"Reaksi guru tersebut mengejutkan," kata si dosen.
"Mbok cita-cita itu yang beneran kayak teman-teman mu tadi lho, mosok jadi penyanyi," kata sang guru diiringi teman sekelasnya yang tertawa.
Lantas sang anak pun menjawab pertanyaan gurunya itu.
"Saya ingin jadi dokter," ucapnya lirih.