Squadrone, Ciptakan Drone Spesialis Tambang Eksplorasi Mineral

Serang Suara.Com
Jum'at, 09 Juni 2023 | 19:20 WIB
Squadrone, Ciptakan Drone Spesialis Tambang Eksplorasi Mineral
Drone Spesialis Tambang Eksplorasi Mineral

Squadrone Infra & Mining Pvt. Ltd, kembali membuat terobosan. Kali ini perusahaan teknologi eksplorasi penambangan asal India itu mengadopsi Airborne Magnetometer berbasis drone yang dikenal sebagai “Magarrow” guna survei Geofisika prospeksi dan eksplorasi mineral.

Sebagai informasi, Airborne Magnetometer adalah piranti untuk mengukur perubahan medan magnetik bumi yang dioperasikan lewat udara. “Magarrow” adalah teknologi berbasis drone yang dilengkapi dengan uap cesium yang dilengkapi dengan laser non-radioaktif.

Teknologi tersebut memungkinkan pemetaan endapan mineral yang dangkal dan dalam yang berkisar hingga 600-800 meter di bawah permukaan tanah khususnya dalam prospeksi Tembaga, Litium, Emas, Seng Timbal, Kobalt, Nikel, Mangan, Mineral REE, dan lain-lain.

"Oleh karena itu, teknologi tersebut sangat membantu Ahli Geologi, Ahli Geofisika, dan peneliti, untuk melakukan studi strata bumi untuk penemuan mineral baru dan Greenfield dengan lebih mudah, terutama daerah yang sulit dijangkau," ujar CEO dan pendiri Squadrone Infra & Mining Pvt. Ltd Cyriac Joseph, Jum'at(9/6/2023).

Teknologi berbasis drone tersebut dinilai akan membawa perubahan yang signifikan dalam metode pencarian mineral saat ini. Termasuk dalam memberikan inovasi penemuan mineral.

Dirinya menyebut teknologi ini dapat menemukan deposit mineral lebih cepat dan lebih akurat di banyak area yang tidak dapat diakses, medan yang keras, hutan, gurun, lahan pertanian. "Tanpa ada manusia yang masuk secara fisik ke area ini," ujarnya.

Pun demikian dari segi lingkungan, karena teknologi berbasis drone ini tidak perlu membangun akses secara fisik atau membuka lahan guna infrastruktur jalan saat mengeksplorasi temuan mineral. 

"Tidak perlu membangun jalan pendekatan atau mengganggu ekologi dan lingkungan di daerah prospek mineral," klaimnya.

Selain itu dengan teknologi drone “Magarrow”, pencarian mineral lebih efesien dan akurasi yang lebih tinggi. Sebagai gambaran, pencarian mineral secara tradisional membutuhkan waktu 3 hingga 4 tahun. "Tapi dengan drone ini dapat diselesaikan dalam waktu 5 hingga 6 bulan, dengan efisiensi dan akurasi yang lebih tinggi," ujarnya.

Baca Juga: Rekam Jejak Denny Indrayana: Habis Sebar Rumor Putusan MA, Kini Nyaleg Lewat Demokrat

Beberapa perusahaan tambang di Amerika, Australia, Arab Saudi, dan Amerika Selatan telah menggunakan teknologi drone buatan Squadrone. Saat ini perusahaan asal India tersebut bertekad meluaskan pasar di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI