Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pamer ke IMF & World Bank, Purbaya Klaim RI Siap Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Global

Dicky Prastya

Senin, 27 April 2026 | 08:24 WIB
Pamer ke IMF & World Bank, Purbaya Klaim RI Siap Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Global
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menemui investor Amerika Serikat pada Senin (13/4/2026) waktu setempat. [Dok. Kemenkeu]
  • Menteri Keuangan menyatakan stok pupuk Indonesia aman untuk memenuhi kebutuhan domestik dan siap diekspor saat terjadi krisis global.
  • Pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp20 triliun untuk meningkatkan efisiensi produksi pupuk nasional agar operasional perusahaan berjalan optimal.
  • India, Australia, Filipina, dan Brazil mengajukan permintaan impor pupuk urea karena produksi nasional melampaui kebutuhan domestik sebesar 1,8 juta ton.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kalau dunia saat ini sedang mengalami krisis pupuk. Namun berbeda dengan Indonesia yang stoknya masih aman, bahkan siap ekspor.

Hal ini diceritakan Menkeu Purbaya usai menemui International Monetary Fund (IMF) dan World Bank alias Bank Dunia saat melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

"Mereka tanya, dunia sekarang kekurangan pupuk. Saya bilang, Indonesia enggak kekurangan, malah siap ekspor kata Menteri Pertanian," katanya dalam media briefing, dikutip Senin (27/4/2026).

Bendahara Negara menerangkan kalau stok pupuk terkendali lantaran Pemerintah sudah lebih dulu memberikan subsidi Rp 20 triliun sejak awal tahun. Walhasil para produsen tak perlu meminjam ke bank untuk menambah biaya modal (cost of capital).

Dengan skema itu, produsen pupuk juga bisa beroperasi dengan cepat dan lebih efisien. Ini turut mendorong peningkatan produksi pupuk nasional dan membuka peluang ekspor di tengah krisis.

"Sehingga kita sekarang produksinya kata Menteri Pertanian, sudah tinggi dan bahkan siap ekspor ketika dunia lagi pusing pupuk," imbuhnya.

PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat stok pupuk nasional menjelang akhir 2024 hingga awal tahun 2025 mencapai 1.497.507 ton (Foto Ist)
Ilustrasi pupuk. Foto: PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat stok pupuk nasional menjelang akhir 2024 hingga awal tahun 2025 mencapai 1.497.507 ton (Foto Ist)

"Saya bilang kita sudah bayar subsidi di depan sehingga perusahaannya lebih efisien dan mereka siap berproduksi dan sekarang kita siap ekspor. Itu kejutan yang mungkin sebagian orang di luar Pemerintah enggak tahu. Dan mungkin nampaknya, ah gitu-gitu saja. Tapi nampaknya clear, kita pertanian jadi kuat kan," tegasnya.

Sebelumnya Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan empat negara mengajukan permintaan impor pupuk urea dari Indonesia di tengah dinamika pasokan global. Mereka adalah India, Australia, dan Filipina.

“Pupuk ini yang meminta langsung Dubes India menelepon, kemudian juga Australia, Filipina, dan Brazil. Empat negara ini memohon agar mendapatkan urea,” kata Amran usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dikutip dari Antara, Senin (27/4/2026).

Ia mengungkapkan India telah mengajukan permintaan sekitar 500 ribu ton pupuk urea dari Indonesia. Sedangkan Australia telah menyepakati pengiriman tahap awal sebesar 250 ribu ton pupuk urea.

Sementara itu, Amran mengatakan rincian volume permintaan dari Filipina dan Brazil masih dalam pembahasan lebih lanjut. Menurut dia, Indonesia memiliki ruang untuk mengekspor pupuk karena produksi nasional masih melampaui kebutuhan dalam negeri.

Produksi pupuk nasional saat ini mencapai 7,8 juta ton, sedangkan kebutuhan dalam negeri sekitar 6 juta ton sehingga terdapat potensi kelebihan pasokan yang dapat diekspor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Ungkap Rahasia Indonesia Masih Kuat di Tengah Krisis Minyak

Purbaya Ungkap Rahasia Indonesia Masih Kuat di Tengah Krisis Minyak

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 17:05 WIB

Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!

Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 16:20 WIB

Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya

Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 15:56 WIB

Purbaya Ngotot Kejar Perusahaan Baja China Pengemplang Pajak

Purbaya Ngotot Kejar Perusahaan Baja China Pengemplang Pajak

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 15:00 WIB

Heboh PPN Jalan Tol dan Tarik Pajak Orang Kaya, Purbaya: Itu Masih Rezim Lama

Heboh PPN Jalan Tol dan Tarik Pajak Orang Kaya, Purbaya: Itu Masih Rezim Lama

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 12:09 WIB

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 19:03 WIB

Terkini

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:23 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:26 WIB

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:01 WIB