2050: Lautan Penuh Sampah Plastik, Luhut Binsar Pandjaitan Menyuarakan Tindakan

Serang

Minggu, 30 Juli 2023 | 15:00 WIB
2050: Lautan Penuh Sampah Plastik, Luhut Binsar Pandjaitan Menyuarakan Tindakan
Penyelam sekaligus akitivis lingkungan mengutip sampah plastik bekas makanan dan minuman yang menempel pada terumbu karang aktif. (Dokumenter Karadil Harefa)

Serang.suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran akan dampak negatif plastik terhadap lingkungan telah mendorong upaya untuk mengurangi konsumsi plastik.

Namun, sedikit yang menyadari betapa besar jumlah sampah plastik yang telah mencemari permukaan bumi, terutama di lautan, dan dampak merusak yang ditimbulkannya.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa setiap tahun, delapan juta ton sampah plastik berakhir di lautan, dan total keseluruhan sampah plastik yang beredar di lautan saat ini mencapai 150 juta ton. Jumlah ini setara dengan satu truk sampah penuh plastik yang dibuang ke laut setiap menitnya.

Sayangnya, angka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring produksi dan konsumsi plastik yang terus berlanjut.

Menurut Ocean Conservancy, dalam waktu kurang dari 10 tahun, jumlah sampah plastik di lautan diperkirakan akan mencapai 250 juta ton, dan pada tahun 2050, jumlah ini bahkan akan melebihi jumlah ikan yang hidup di lautan.

Dunia saat ini memproduksi hampir 300 juta ton plastik setiap tahunnya. Meskipun plastik memiliki manfaatnya, sekitar 50 persen dari produksi plastik hanya digunakan sekali dan kemudian dibuang.

Dampak keberadaan sampah plastik di lautan sangat serius, terutama bagi hampir 700 spesies laut. Plastik telah ditemukan di lebih dari 60 persen burung laut dan 100 persen spesies penyu laut.

Soal Sampah Plastik Ini Kata Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan

Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan [Suara.com/Yaumal]
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan (sumber: Suara.com/Yaumal)

Satwa-satwa ini diketahui telah menelan sampah plastik, yang mengancam nyawa mereka.

Sebuah penelitian di Belgia menunjukkan bahwa masyarakat Inggris yang mengonsumsi ikan berisiko menelan sekitar 11.000 fragmen plastik setiap tahunnya. Jadi, masalah sampah plastik di lautan ini tidak bisa dianggap sepele.

baca juga

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Padjaitan, menyuarakan keprihatinannya terhadap situasi ini. Ia menyatakan bahwa pada tahun 2050.

"Jumlah sampah plastik di lautan akan melebihi jumlah ikan jika tindakan tidak segera diambil," katanya dalam acara Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Taman Bhagawan, Badung, Bali, Kamis (27/10/2022).

Namun, pada tahun 2016, Ellen MacArthur Foundation meluncurkan sebuah studi yang memprediksi bahwa 20 persen dari total produksi minyak dalam 35 tahun akan digunakan untuk menghasilkan plastik baru. Produksi plastik meningkat 20 kali lipat sejak tahun 1964, mencapai 311 juta ton pada tahun 2014. Diperkirakan produksi plastik akan berlipat ganda dalam 20 tahun mendatang dan hampir empat kali lipat pada tahun 2050.

Sayangnya, hanya 5 persen plastik yang didaur ulang secara efektif, sedangkan sisanya berakhir di tempat pembuangan sampah atau bahkan mencemari ekosistem rapuh seperti lautan. Ini mengakibatkan setidaknya 8 juta ton plastik bocor ke laut setiap tahunnya, setara dengan membuang isi satu truk sampah ke laut setiap menitnya. Jika tindakan tidak diambil, jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi dua kali lipat pada tahun 2030 dan empat kali lipat pada tahun 2050.

Dalam skenario biasa, lautan diperkirakan akan mengandung 1 ton plastik untuk setiap 3 ton ikan pada tahun 2025, dan pada tahun 2050, akan lebih banyak plastik daripada ikan, berdasarkan beratnya.

Tantangan mengatasi sampah plastik di lautan sangat kompleks, namun kesadaran akan masalah ini semakin meningkat. Upaya bersama dari pemerintah, industri, dan masyarakat secara global diperlukan untuk mengurangi produksi plastik sekali pakai, meningkatkan daur ulang plastik, dan menerapkan langkah-langkah lainnya guna mengatasi masalah serius ini sebelum menjadi kenyataan pada tahun 2050. [*]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wisata di Pantai Carita, Lengkap Info Penginapan, Tiket Masuk, dan Jarak dari Jakarta

Wisata di Pantai Carita, Lengkap Info Penginapan, Tiket Masuk, dan Jarak dari Jakarta

Serang | Sabtu, 29 Juli 2023 | 23:20 WIB

Rekomendasi Liburan Akhir Pekan Seputar Serang di Pantai Tanjung Lesung, Banten

Rekomendasi Liburan Akhir Pekan Seputar Serang di Pantai Tanjung Lesung, Banten

Serang | Sabtu, 29 Juli 2023 | 22:57 WIB

Dibuat dari 100 Persen Bahan Alam, Sampo Ini Bisa Digunakan Tanpa Pakai Air Loh!

Dibuat dari 100 Persen Bahan Alam, Sampo Ini Bisa Digunakan Tanpa Pakai Air Loh!

Lifestyle | Sabtu, 29 Juli 2023 | 21:05 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×