Suara Serang - Bukti percakapan yang baru-baru ini menjadi viral di platform TikTok mengguncang Indonesia dengan mengungkap dugaan keterlibatan Direktur Utama PT Taspen (Persero), Antonius Kosasih.
Salah satunya dalam percakapan ada isu skandal pencucian uang (money laundering).
Video yang berjudul "Simak Saja Betapa Jahatnya Dirut Taspen Ini, Percakapan Suami Istri. Mr & Mrs Antonius Kosasih" telah menarik perhatian ribuan pengguna media sosial.
Dalam rekaman audio tersebut, terdengar jelas percakapan antara pria dan wanita yang diduga adalah Antonius Kosasih dan istrinya, Rina Lauwy. Dalam percakapan tersebut, pria tersebut mengakui niatnya untuk memberikan sejumlah dana kepada seseorang, namun dengan cara yang mencurigakan.
"Gua mau ngasih duit ke, jadi bukan atas nama gua. Gua nggak boleh terima duit," kata sosok pria tersebut. "Gua taruh duit gua atas nama lu yang nggak bisa gua akses," jelas pria itu, sebagaimana dilihat Serang.suara.com, Minggu (20/8/2023).
Percakapan tersebut juga mengindikasikan bahwa pria tersebut ingin menghindari agar dana tersebut tidak terhubung dengan namanya secara langsung, mungkin karena adanya risiko hukum yang terkait dengan transaksi tersebut.
Ada pernyataan bahwa jika dana tersebut dicatat atas namanya, ia bisa berisiko masuk penjara. Dengan adanya indikasi ini, muncul dugaan serius tentang keterlibatan Antonius Kosasih dalam praktik pencucian uang.
Skandal ini telah mencuat seiring dengan pernyataan Irma Hutabarat, seorang mantan wartawan dan aktivis, yang mengklaim telah berbicara dengan Rina Lauwy.
Menurut Irma, konflik antara Rina dan Antonius berasal dari ketidaksetujuan Rina untuk menerima uang yang dianggap haram oleh sang suami.
Baca Juga: Shin Tae-yong Sadar Timnas Indonesia U-23 Cuma Bisa Pasrah Meski Menang Lawan Timor Leste
"Salah satu yang dibagi adalah untuk dia, katanya untuk istrinya dan anaknya, yang jadi masalah istrinya tidak mau terima, ini dua tahun lalu," begitu ungkap mantan wartawan yang juga aktivis tersebut.
Irma juga mengklaim bahwa Rina memiliki bukti percakapan yang menunjukkan ketidaksetujuan Antonius terhadap penggunaan namanya dalam transaksi dana tersebut.

"Lu goblok, lu gak mau terima," demikian kata-kata dalam percakapan yang disebutkan oleh Irma, sebagaimana Ibu Rina Lauwy bilang, ada rekamannya, ada percakapan.
Kasus ini telah menimbulkan kehebohan dan kekhawatiran akan integritas dan transparansi dalam manajemen PT Taspen. Otoritas keuangan dan hukum telah memulai penyelidikan terhadap bukti-bukti ini guna mengungkap seluruh rangkaian transaksi dan aktivitas yang mencurigakan.
"Nah, gara-gara kejujuran dan tidak ingin, dan jadi perkara, akhirnya dituntut, digugat cerai, tidak diberikan tunjangan bahkan asuransi, ketika anaknya sakit pun ditahan dan diputus," imbuhnya dari kutipan itu.
Masyarakat menuntut agar kasus ini diusut tuntas dan pihak yang terlibat dalam dugaan money laundering dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. [*]