Suara Serang - Kisah nasib malang menimpa seorang tukang becak berusia 72 tahun di Kota Solo bernama Tukiman Trisno Suwito, Minggu (20/8/2023) sekitar pukul 01.00 WIB.
Tukiman menjadi korban prank ketika sedang tidur pulas di atas becaknya yang terparkir di depan Puskesmas Gajahan, Jalan Veteran.
Kehadiran seorang konten kreator turun dari mobil tiba-tiba mengganggu tidurnya dengan mengoyak-ngoyakkan tubuhnya.
Orang tak dikenal tersebut memberikan sebuah amplop kepada Tukiman seolah-olah sebagai sedekah.
Setelah memberi amplop, orang tersebut pergi meninggalkan lokasi menuju arah timur.
"Saya pas tidur terus dioyak-oyak oleh seseorang, 'Niki shodaqoh kulo, shodaqoh ibu kulo'," terang Tukiman saat ditemui, Senin (28/8/2023).
Tukiman yang merasa terbangun dengan cara yang tak biasa ini merasa bingung dan terkejut. Ia menerima amplop tersebut dengan perasaan campur aduk karena belum pernah merasakan memiliki sejumlah uang yang cukup besar.
"Rasa saya deg-degan. Sayakan wedi (takut). Perasaannya saya senang tapi wedi," kata warga Kalijambe, Sragen ini.
Setelah orang yang memberi amplop pergi, Tukiman segera membuka amplop tersebut dalam keadaan penuh de-degan.
Namun, kejutan yang tidak menyenangkan menanti di dalamnya. Amplop tersebut ternyata berisi selembar kertas bekas koran yang diberi tumpahan minyak.
"Langsung dibuka dan tak kasih lihat teman saya. Orang yang ngasih itu belum terlalu tua banget, laki-laki pakai mobil dari arah barat terus pergi arah timur," tutur kisahnya.
Tidak lama setelah kejadian itu, orang yang memberi amplop mengucapkan salam perpisahan dengan kata-kata "assalamu'alaikum", dan Tukiman pun menjawab dengan "wassalamu'alaikum".
Sayangnya, amplop yang diterimanya hanya berisi kertas bekas dan minyak, membuatnya merasa kecewa.
"Pas dibuka terus saya bilang ternyata cuma kertas. Kok ya kertas kayak gini dikasihkan ke orang. Kok kebangetan sekali sampai kober-kobernya kertas dimasukan ke amplop," paparnya.
Profil Tukiman Tukang Becak di Solok Kena Prank

Tukiman telah menjalani profesi sebagai tukang becak di Jalan Veteran selama 30 tahun. Sebelumnya, dia juga pernah berjualan es keliling.
Pendapatan yang ia peroleh dari pekerjaannya sangat bervariasi, terkadang hanya sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 30 ribu dalam sehari, bahkan ada kalanya ia sama sekali tidak mendapatkan penghasilan.
Kondisi ekonomi yang tidak menentu ini membuatnya harus berjuang sehari-hari untuk bertahan. Pada hari-hari biasa, Tukiman mangkal di daerah sekitar Puskesmas Gajahan di Jalan Veteran.
Meskipun terkadang tidur di tempat teman, kadang-kadang juga tidur di depan Puskesmas Gajahan. Kehidupannya yang sederhana dan penuh perjuangan membuatnya terus melanjutkan profesi tukang becak.
Meski dengan segala keterbatasan yang ada. "Di sini sendirian, tidur di tempat teman, kadang di depan Puskesmas Gajahan. Ini sudah lama tidak pulang," pungkasnya dengan sedikit rasa getir, kutip surakarta.suara.com.
Tukiman tetap berusaha melanjutkan hidupnya dengan semangat, kendati tukang becak itu jadi korban prank oleh oknum konten kreator yang tidak bertanggung jawab. [*]