Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya berhasil membongkar sindikat pembuatan film porno di Jakarta Selatan. Dalam kasus tersebut polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka.
Sindikat pembuatan film khusus dewasa tersebut diduga melibatkan selebgram Siskaeee dan Virly Virginia sebagai pemerannya.
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan kelima tersangka tersebut berinisial I, JAAS, AIS, AT dan ET. Lima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu memiliki peran yang berbeda-beda.
I disebut sebagai sutradara sekaligus pemilik website. Kemudian JAAS berperan sebagai kameramen dan AIS editor.
Sedangkan AT bertugas sebagai sound engineering. Ada pun ET selain sebagai sekretaris ternyata juga merangkap sebagai pemeran wanita di rumah produksi tersebut.
Terkuaknya kasus ini bermula dari temuan tim siber polri terhadap tiga situs;
https://kelassbintangg.com/, https://togefilm.com/, dan https://bossinema.com/). Diman ketiga situs tersebut mentransmisikan film porno berbabayar dengan durasi 1 hingga 1,5 jam.
"Kelima tersangka ini dalam satu rumah produksi. Jadi satu rumah produksi yang kemudian hasil film itu ditransmisikan ke tiga website. Tempat kejadian perkaranya ada di tiga wilayah di Jakarta Selatan," kata Ade di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (11/9/2023).
Polisi menyebut rumah produksi tersebut telah membuat sekitar 120 film porno di mana salah satunya berjudul Kramat Tunggak yang diperankan oleh selebgram Siskaeee.
"Dari 120 judul film yang ditransmisikan di tiga website dimaksud salah satunya adalah film Kramat Tunggak yang sempat dilakukan pemblokiran oleh Kominfo di akhir bulan April tahun 2023," jelas Ade.
Disebutkan dalam proses pembuatannya rumah produksi tersebut juga memakai artis wanita dan pria lain dengan tarif bayaran Rp10 hingga Rp15 juta per judul film. Rumah produksi tersebut mengaku telah mengantongi keuntungan hingga Rp500 juta sejak awal 2022.
"Jumlah keuntungan yang didapat tersangka kurang lebih satu tahun beroperasi dimulai awal 2022 sudah sekitar Rp 500 juta," beber Ade.