Kota Serang Berisiko Impor Beras dari Luar Akibat Ketersediaan Stok Minim

Serang

Sabtu, 14 Oktober 2023 | 14:19 WIB
Kota Serang Berisiko Impor Beras dari Luar Akibat Ketersediaan Stok Minim
Petani di Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak tengah menjemur gabah hasil panen Oktober 2022 untuk diproduksi menjadi beras (Antara)

Suara Serang - Belum lama ini dikabarkan terjadi krisis stok beras di Kota Serang, Banten dan diduga berisiko ancaman impor dan perlu upaya penyelamatan.

Hal itu diterangkan Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Serang, Siswati. Ia menuturkan terkait krisis stok beras yang mengancam Kota Serang.

Menurut Siswati, saat ini stok beras di Kota Serang hanya tersisa sekitar 68,4 ton beras. Stok beras tersebut disimpan di gudang Bulog Serang Cilegon. 

"Kalau stok pangan kita di Bulog punya 68,4 ton. Rencana ada pembelian dari dana fiskal 75 ton. Jadi kita punya nanti sampai akhir tahun ini sekitar 145 ton cadangan pangan itu sampai akhir tahun," ungkapnya saat di Kelurahan Terondol, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Meski Pemerintah Kota Serang berencana untuk membeli tambahan beras sebanyak 75 ton, Siswati menjelaskan bahwa stok beras di Kota Serang masih belum mencapai tingkat keamanan yang diinginkan.

"Kalau dari hitungan itu kita masih kurang," ujarnya.

Idealnya Beras di Kota Serang 280 Ton

beras impor vietnam milik bulog [ANTARA FOTO/Galih Pradipta]
beras impor vietnam milik bulog (sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Berdasarkan perhitungan ideal DKPPP Kota Serang, Siswati mengungkapkan bahwa idealnya stok beras di Kota Serang seharusnya mencapai sekitar 280 ton beras. 

"Dari hitungan ideal kita ada rumusnya itu harusnya sekitar 280 ton. Jadi kurang masih 140 ton," kata Siswati.

Kendati demikian, program penyaluran bantuan pangan dari Bapanas dapat membantu meningkatkan stok beras di Kota Serang. 

baca juga

"Dengan adanya bantuan-bantuan seperti ini, ini kan menambah hitungan. Ini selalu kita masukkan ke neraca pangan, jadi kalau ditambah dengan bantuan sekarang ini kita Alhamdulillah masih cukup untuk stok pangan," katanya.

Siswati juga mengakui bahwa produksi beras saat ini sedang mengalami penurunan karena beberapa daerah mengalami kekeringan. 

Adapun, dalam upaya mengatasi krisis pangan, Siswati juga mengungkapkan bahwa Kota Serang mendapatkan bantuan pangan tahap kedua tahun 2023 sebanyak 891,51 ton, yang akan diberikan kepada 29.717 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 

Setiap individu akan menerima 10 kg beras setiap bulan selama 3 bulan berturut-turut, yaitu bulan September, Oktober, dan November. [*]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kerek Efektivitas dan Efisiensi Operasi, BUMN Ini Rubah Model Bisnis Pengelolaan

Kerek Efektivitas dan Efisiensi Operasi, BUMN Ini Rubah Model Bisnis Pengelolaan

Bisnis | Sabtu, 14 Oktober 2023 | 07:01 WIB

Dijamin Bukan Plastik, Beras Impor Aman Dikonsumsi

Dijamin Bukan Plastik, Beras Impor Aman Dikonsumsi

Bisnis | Jum'at, 13 Oktober 2023 | 18:50 WIB

Bos Bulog Kebakaran Jenggot Soal Tudingan Beras Impor Plastik

Bos Bulog Kebakaran Jenggot Soal Tudingan Beras Impor Plastik

Bisnis | Jum'at, 13 Oktober 2023 | 18:39 WIB

Terkini

Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli  Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing

Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing

Video | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Ijazah atau Skill? Memaknai Ulang Kemerdekaan Pendidikan bagi Gen Z

Ijazah atau Skill? Memaknai Ulang Kemerdekaan Pendidikan bagi Gen Z

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:56 WIB

Niat Bantu Teman, Motor Buruh di Bandar Lampung Malah Jadi Jaminan Utang

Niat Bantu Teman, Motor Buruh di Bandar Lampung Malah Jadi Jaminan Utang

Lampung | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:56 WIB

Pemicu IHSG Bisa Tembus Level Psikologis 6.400 Hari Ini

Pemicu IHSG Bisa Tembus Level Psikologis 6.400 Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Polisi Malaysia Periksa Petugas AVSEC Soal Penyelundupan Narkoba Pilot dari KLIA ke Jakarta

Polisi Malaysia Periksa Petugas AVSEC Soal Penyelundupan Narkoba Pilot dari KLIA ke Jakarta

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:51 WIB

Paris, Luka, dan Kesempatan Kedua dalam Satu Musim Panas di Paris

Paris, Luka, dan Kesempatan Kedua dalam Satu Musim Panas di Paris

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Kebakaran di Alun-alun Suryakencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Lima Hari

Kebakaran di Alun-alun Suryakencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Lima Hari

Jabar | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Cafe Hopping dan Coffee Rave, Dua Tren yang Mengubah Cara Orang Menikmati Kopi

Cafe Hopping dan Coffee Rave, Dua Tren yang Mengubah Cara Orang Menikmati Kopi

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:44 WIB

BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas Kolaborasi melalui Kurikulum dan Pengabdian Masyarakat

BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas Kolaborasi melalui Kurikulum dan Pengabdian Masyarakat

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:43 WIB

Geger! Skandal Gratifikasi Seksual di PSSI-nya Korea, 23 Pejabat Diperiksa

Geger! Skandal Gratifikasi Seksual di PSSI-nya Korea, 23 Pejabat Diperiksa

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:42 WIB

×