Tragedi KM 50 Kembali Mencuat, Kamaruddin Menduga Ferdy Sambo Ikut Terlibat

soreang

Kamis, 22 September 2022 | 19:15 WIB
Tragedi KM 50 Kembali Mencuat, Kamaruddin Menduga Ferdy Sambo Ikut Terlibat
Pengacara Brigadir J, Kamaruddin menduga tersangka kasus pembunuhan kliennya juga ikut terlibat dalam tragedi KM 50 (Suara.com)

SuaraSoreang.id - Tragedi KM 50 yang menewaskan enam orang Laskar FPI kembali mencuat. Kali ini muncul dugaan bahwa Ferdy Sambo juga ikut terlibat.

Hal tersebut bermula dari pernyataan Angggota Komisi III DPR yang menyunggung tragedi tersebut di hadapan Menko Polhukam, Mahfud MD.

Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond J Mahesa saat rapat dengan pemerintah dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 24 Agustus lalu.

"Ada apa kok institusi terlibat sebanyak ini. Ada kesan geng-gengan," kata Desmond. 

"Saya diingatkan kasus KM 50, kesannya dikeroyok, ditutup. KM 50 kan bicara novum," jelas Desmond.

Mendengar hal tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung menanggapinya secara tegas bahwa kasus penembakan Laskar FPI di KM 50 sudah diproses di pengadilan.

Teranyar, tragedi di KM 50 kembali disinggung oleh pengacara Brigadir J, Kamariddun Simanjuntak yang mengungkapkan pendapat serta analisanya terkait tragedi tersebut dengan kasus pembunuhan Brigadir J.

Dari analisa kedua kasus tersebut, ia menduga ada keterlibatan dari mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo.

Dilansir dari SuaraTasikmalaya.id, Kamaruddin menilai ada kejanggalan dalam tragedi KM 50 tersebut, meskipun kini para pelakunya sudah menjalani hukumannya masing-masing.

baca juga

"Menurut versi polisi, mereka itu kan diduga melakukan perlawanan dengan memiliki 5 pucuk senjata," katanya. 

"Polisi dikatakan untuk menyelamatkan diri maka dilakukan penembakan," lanjut Kamaruddin.

Salah satu hal yang menjadi sorotannya, yaitu terkait kebenaran lima pucuk senjata yang dimiliki para korban di kasus KM 50.

"Soal informasi ditemukannya senjata atau mereka melakukan perlawanan. Benar apa tidak, sampai saat ini kan hanya Tuhan yang tahu," ucap Kamaruddin.

Kamaruddin juga menduga jika Ferdy Sambo dan kawan-kawannya dalam kasus KM 50, melakukan skenario serupa sebagaimana skenario dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

"Tetapi melihat adanya perilaku Ferdy Sambo dan kawan-kawan ini yang melakukan obstruction of justice, kita jadi berpikir juga jangan-jangan senjata rakitan yang 5 pucuk itu diciptakondisi," jelasnya.

"Jangan-jangan itu bukan punya yang di mobil tetapi dimasukkan oleh orang yang membuntuti untuk melegalisasi atau melegitimasi perbuatan mereka," lanjutnya menjelaskan.

Dalam tragedi KM 50, Ferdy Sambo yang saat itu menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Umum Barekrim Polri ikut mengusut kasus tersebut.

Kamaruddin menduga, skenario serupa dirancang oleh Ferdy Sambo guna membuatnya lepas dari tuduhan pembunuhan terhadap Brigadir J.

Maka dari itu, Kamaruddin mendorong kepolisian untuk menemukan bukti baru demi memperjuangkan keadilan bagi para korban.

"Kepastian hukum memang sudah, tetapi keadilan masih bisa (diperjuangkan). Mengingat perilaku daripada mereka-mereka ini, bagaimana mereka merekayasa dan tidak jujur atas peristiwa pembunuhan Brigadir J." ujar Kamaruddin.

Selain hal tersebut, Kamaruddin juga menyoroti adanya kemiripan lain antara kasus pembunuhan Brigadir J dengan kasus di KM 50.

"Ada juga pendapat yang lain, atau analisis-analisis yang menyatakan Brigadir J ini adalah yang kedua setelah sukses yang pertama, artinya peristiwa KM 50 ini dianggap perbuatan yang pertama," jelas Kamaruddin.

"Yang juga dilakukan obstruction of justice, karena di situ ada juga informasinya ada 'penyambaran CCTV oleh petir'. Tiba-tiba CCTV-nya hilang, tahu-tahu ditemukan senjata dan sebagainya," pungkasnya.

Kamaruddin juga menilai adanya tindakan "main hukum sendiri" yang dilakukan oleh kepolisian dalam kasus KM 50 dengan mengeksekusi mati para korban di tempat.

Padahal menurutnya, meskipun ada perlawanan, seharusnya cukup dilumpuhkan saja, untuk kemudian dihadapkan pada proses hukum yang berlaku.

Sumber: SuaraTasikmalaya.id

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

FAKTA TERBARU Kasus Pembunuhan Brigadir J, Bharada E Syok Berat

FAKTA TERBARU Kasus Pembunuhan Brigadir J, Bharada E Syok Berat

Soreang | Kamis, 22 September 2022 | 18:50 WIB

TERUNGKAP! Ini Taktik Celah Serangan Ferdy Sambo Pada Polri

TERUNGKAP! Ini Taktik Celah Serangan Ferdy Sambo Pada Polri

Soreang | Kamis, 22 September 2022 | 17:58 WIB

Viral! Ferdy Sambo Disindir Dua Bocah SD lewat Nyanyian Satir

Viral! Ferdy Sambo Disindir Dua Bocah SD lewat Nyanyian Satir

Soreang | Kamis, 22 September 2022 | 15:09 WIB

Ferdy Sambo Diduga Punya 'Kakak Asuh' Senior di Polri yang Membantunya, Siapakah Dia?

Ferdy Sambo Diduga Punya 'Kakak Asuh' Senior di Polri yang Membantunya, Siapakah Dia?

Soreang | Kamis, 22 September 2022 | 13:29 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×