soreang

Tragedi Kanjuruhan: KontraS Tak Percaya Data Versi Pemerintah dan Siap Bentuk Tim Khusus Bersama Aremania

soreang Suara.Com
Selasa, 04 Oktober 2022 | 10:05 WIB
Tragedi Kanjuruhan: KontraS Tak Percaya Data Versi Pemerintah dan Siap Bentuk Tim Khusus Bersama Aremania
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.)

SuaraSoreang.id - Federasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Federasi KontraS) menduga ada kekeliruan terkait data jumlah korban jiwa dalam tragedi Kanjuruan versi pemerintah.

Hal tersebut disampaikan oleh Andy Irfan selaku Sekretaris Jenderal Federasi KontraS, yang menyebutkan bahwa korban jiwa dari tragedi Kanjuruhan kemungkinan besar lebih dari 125, sebagaimana diumumkan pemerintah.

Menurutnya, data yang disampaikan pemerintah berbanding sangat jauh dengan klaim yang disampaikan pendukung Arema FC, Aremania.

"Data dari pemerintah belum bisa terpercaya, maka kami membentuk tim khusus pendataan. Kawan-kawan meyakini 200 lebih, (namun) belum data final," kata Andy, Senin (3/10/2022) dikutip dari Suara.com.

Andy juga menegaskan harus ada pengujian lebih lanjut terkait penggunaan gas air mata, yang mana menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sudah sesuai aturan.

"Harus ada uji forensik terkait penggunaan gas air mata," tegasnya.

KontraS juga mengecam tindakan polisi yang menggunakan gas air mata untuk menghalau kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

Karena menurutnya, penggunaan gas air mata merupakan sumber banyaknya korban yang meninggal dalam tragedi mematikan tersebut.

"Gas air mata memang tidak mematikan, tapi kami menduga kuat sumber jatuhnya banyak korban jiwa akibat gas air mata," ucapnya.

Baca Juga: Roy Kiyoshi Sebut Billar Hanya Numpang Tenar dari Istrinya: Dia Bukan Siapa-siapa Tanpa Lesti

Salah seorang Aremania bernama Dadang Hermawan, yang berhasil selamat dari tragedi Kanjuruhan, menyebutkan bahwa tindakan yang dilakukan pihak kepolisian terlalu berlebihan.

Ia juga mencurigai adanya unsur kesengajaan pihak kepolisian untuk menahan para penonton di dalam stadion, karena menurutnya pintu tribun terkunci saat terjadi kerusuhan.

"Apa yang dilakukan oleh kepolisian sangat berlebihan, Aremania Suporter yang cerdas, cukup diomongi, tidak perlu kekerasan," ucap Dadang.

"Apakah ada rencana pembunuhan massal?" imbuhnya.

Sumber: Suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI