SuaraSoreang.id - Mendaki gunung memang merupakan salah satu alternatif pilihan untuk menghabiskan waktu luang bersama teman dekat.
Namun apa jadinya jika cerita pendakian malah menjadi cerita horor lantaran gangguan dari makhluk tak kasat mata.
Hal tersebut sempat dialami oleh Malik dan Irfan ketika keduanya melakukan pendakian ke Gunung Gede.
Cerita horor yang dialami kedua pendaki tersebut diceritakan kembali oleh komika, Dzawin Nur, dalam unggahan video di kanal YouTube nya.
Sebagai informasi, Gunung Gede merupakan salah satu gunung yang memiliki beberapa lokasi yang dikenal cukup angker.
Lokasi angker tersebut antara lain di Kandang Batu dan Telaga Biru.
Menurut mitos yang beredar di masyarakat sekitar, Telaga Biru itu tidak boleh dilewati ketika waktu maghrib, sedangkan Kandang Batu memang merupakan pos palng angker di Gunung Gede.
Pendakian Malik dan Irfan dilakukan pada tahun 2010, kedua sahabat tersebut memutuskan untuk tidur di pos Kandang Batu.
Sebagaimana biasa dilakukan oleh para pendaki pada umumnya, kedua pendaki tersebut tidak langsung tidur setelah mendirikan tenda, namun berbincang terlebih dahulu sambil ngopi santai.
Baca Juga: Mencium Magis Hutan Keramat Kampung Cireundeu, Puasa Mutih dan Lepas Sendal Jika Ingin Masuk
Kedua pendaki tersebut ngobrol berdua di depan tenda sambil ketawa-ketiwi.
Sampai sekitar pukul 03.00 pagi, tiba-tiba ada yang menepuk pundak Malik dari arah dalam tenda disertai pertanyaa "Eh lu belum tidur?".
Sontak Malik kaget dan menoleh ke arah tenda.
Setelah dilihat, ternyata orang yang menegor dia adalah teman pendakiannya sendiri, yakni Irfan.
Malik pun kembali menengok ke arah sampingnya, yang ia kira itu adalah Irfan.
Ia pun kembali terkejut setelah mendapati Irfan sudah tidak ada disampingnya.
Melihat ekspresi kaget temannya, Irfan pun bertanya ke Malik, "Kenapa lu muka begitu?".
"Nggak, gak apa-apa," jawab Malik enggan bercerita.
Malik pun akhirnya menyusul Irfan ke dalam tenda untuk tidur, tanpa menceritakan kejadian horor yang ia alami.
Sumber: Kanal YouTube Dzawin Nur