SuaraSoreang.id - Putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep menyindir pernyataan polisi soal gas air mata yang menjadi penyebab ratusan kematian di Tragedi Kanjuruhan.
Kaesang Pangarep menyindir polisi dalam akun Twitternya dengan menggunakan sebuah meme.
Dia mengutip sebuah cuitan dari akun @txtpemerintah yang membagikan tangkapan layar dari sebuah berita yang mengungkapkan pernyataan polisi.
Pernyataan polisi tersebut menyatakan jika gas air mata dalam skala tinggi tidak mematikan.
Kemudian Kaesang Pangarep mengutip cuitan tersebut dengan sebuah meme yang menyindir.
Dalam meme itu menyinggung soal ketidakpercayaannya terhadap ungkapan polisi tersebut dengan menunjukkan sebuah percakapan.
"Lu percaya omongannya?," tulis dalam meme tersebut.
"Kaga," tulisnya lagi.
![Kaesang Pangarep sindir polisi dengan meme soal gas air mata Tragedi Kanjuruhan [Twitter/kaesangp]](https://media.suara.com/suara-partners/soreang/thumbs/1200x675/2022/10/12/1-kaesang-pangarep-sindir-polisi-dengan-meme-soal-gas-air-mata-tragedi-kanjuruhan.jpeg)
Polri nyatakan jika gas air mata tidak mematikan
Baca Juga: Rizky Billar Lempar Bola Biliar Ke Lesti Kejora Saat Hamil Tua, Kuasa Hukum: Hanya Menggeretak
Melalui akun media sosial Indtagram Divisi Humas Polri @divisihumaspolri, polisi menyatakan jika gas air mata tidak mematikan.
"Para ahli nyatakan gas air mata tidak mematikan," tulisnya dalam keterangan unggahannya.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menurutkan jika tidak ada pendapat para ahli yang menyampaikan bahwa gas air mata tidak mematikan meski dalam penggunaan yang tinggi.
"Saya juga mengutip dari pendapat dari Prof. Made Gelgel, adalah guru besar dari Universitas Udayana, beliau ahli dibidang toksikologi atau racun. Beliau menyebutkan bahwa, termasuk dari Dr. Mas Ayu Elita, bahwa gas air mata atau CS ini dalam skala tinggi pun tidak mematikan," kata Kadiv Humas Polri saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/10).
132 orang tewas dalam Tragedi Kanjuruhan
Seperti diketahui, terdapat 132 orang tewas dalam Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.