SuaraSoreang.id - Kang Dedi Mulyadi akhirnya jelaskan alasan mengapa tak memberi tahu Maula Akbar terkait ibu kandungnya.
Diketahui baru-baru ini putra pertama Dedi Mulyadi, Maula Akbar bukanlah anak kandung Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika alias Ambu Anne.
Maula Akbar merupakan putra sulung dari istri pertama Dedi Mulyadi sebelum menikahi Ambu Anne. Istri pertama Dedi Mulyadi meninggal dunia ketika usia Maula Akbar berumur 3 bulan.
Istri pertama Dedi Mulyadi sekaligus ibu kandung Maula Akbar bernama Sri Widyawati.
Hal ini diceritakan Dedi Mulyadi dalam video yang diunggah dalam kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Di samping itu, Dedi Mulyadi menjelaskan alasan mengapa dirinya tak memberi tahu A Ula soal ibu kandungnya.
Alasan Kang Dedi Mulyadi ternyata semata-mata agar sang sulung tak menganggap tidak menganggap Ambu Anne sebagai ibu tiri.
Inilah cara tersendiri Dedi Mulyadi dalam mendidik anaknya agar Ambu Anne tetap dipandang sebagai ibu kandung.
Cerita ini dia ungkap ketika Maula Akbar merayakan ulang tahun yang ke 23 tahun.
"Dulu kadang waktu dia usianya 7 tahun, 8 tahun, dia mungkin bingung, bingungnya kok nenek saya sama kakek-kakek saya kok beda sama nenek dan kakeknya Yudistira (anak kedua Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip)," ujar Kang Dedi Mulyadi, seperti yang diunggah di KDM Channel, dikutip pada Senin (7/11/2022).
Demi menganggap Ambu Anne sebagai ibu kandung, Dedi Mulyadi sembunyikan akta kelahiran hingga rapor Maula Akbar.
Sebab, dalam kedua berkas tersebut terdapat nama ibu kandung Maula Akbar yang ingin dirahasiakan Kang Dedi Mulyadi.
"Saya selalu menyembunyin buku rapornya dan saya selalu menyembukyikan akta kelahirannya, kenapa saya melakukan tindakan itu, saya melakukn tindakan itu, hanya satu hal, ingin dalam diri Aa tidak ada kalimat ibu tiri, ingin dalam diri Aa ibunya Aa ibunya Yudistira ibunya nininang (Hyang Sukma Ayu Mulyadi Putri) itu sama," jelas Kang Dedi.
Dengan cara ini diharapkan ketiga saudara ini berperilaku saling menyayangi dengan satu ikatan utuh dengan ibu yang sama.
"Sehingga mereka bisa tumbuh menjadi anak yang dalam pikirannya saya adalah satu ayah dan satu ibu yang dalam hidunya tanpa perbedaan, itulah sikap saya," kata dia.