Akhirnya, Kang Dedi menyadari jika sang anak kesayangannya ini menghadapi kehidupan yang berat.
"Sehingga aa mengalami kesulitan dalam hidup," ujar Kang Dedi.
Namun, kini menurut Kang Dedi, A Ula telah melewatinya dan sudah menganggap telepon Kang Dedi biasa saja.
"Tetapi aa sudah bisa melewati masa-masa sulit itu. Aa sudah normal, telepon ayah sudah tidak dianggap telefon dari harimau, dan masa sulit itu sudah dilewati," ungkap Kang Dedi.
Di samping itu, Kang Dedi bangga dengan apa yang telah dilalui sang anak.
"Masa sulit yang biasanya dilewati orang itu di umur 27 tahun," ucap Kang Dedi.
Menyadari sulitnya A Ula menghadapi tekanan darinya. Sebagai ayah yang mengerti kondisi anaknya, Kang Dedi tak lagi menuntut A Ula apapun.
Dia hanya berpesan pada A Ula untuk menjadi apa yang dia inginkan, yang menjadi penting adalah cukup bermanfaat saja bagi orang lain.
"Dan kedepan tidak penting aa menjadi apa, yang terpenting bagi ayah adalah aa bermanfaat bagi orang lain," terang Kang Dedi.
"Jabatan dan kedudukan tak ada makna yang penting punya karya. Karena karya lebih tinggi dari jabatan dan kedudukan," pungkasnya. (*)
Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel