Usaha itu terus digeluti sampai di masa puncak sebagai sebagai siswa STM, DS sudah bisa memiliki truk, motor, dan gelang emas.
"Saya sudah punya banyak uang, dan punya sendiri. Terus berpikir, kuliah atau tidak. Kuliah juga ngapain, duit sudah banyak," kata DS bercerita.
Namun di tengah perjalanan itu, DS kembali berpikir jika uang yang dimiliki tidak akan pertambah jika ilmu dagang yang dimiliki tidak ditambah.
Dari sana DS pun memutuskan kuliah dengan tujuan mencari tambahan ilmu dan relasi bisnis.
Dan benar saja, isi kepala DS yang ada hanya bisnis dan bisnis, maka jalan usahanya semakin terbuka.
Dalam perjalanan bisnis, DS menyasar penjualan semen hingga akhirnya bertemu sang mentor dari Singapura.
Banyak tantangan yang didapat DS, dan akhirnya bisa dijalankan dan berbuah jadi uang yang nilainya luar biasa.
Mendengar cerita DS itu, satu per satu pemuda yang hadir, mencoba berdiskusi kecil untuk menggali 'ada apa' di dalam isi kepala sang bupati.
Satu di antaranya adalah Rifki yang memang kesehariannya selalu bersama DS. Di satu momen itu Rifki akhirnya tahu jika DS semasa muda sudah berdaya dan berkarya.
Baca Juga: Sahabat Nikita Mirzani Beberkan Nominal Kerugian Materil yang Dialami oleh Dito Mahendra
"Jadi pantas, cara bapak ngedidik orang-orang muda kaya gitu, selalu minta kita berani, asah kemampuan kaya gitu, dan juga punya keinginan," kata dia.
Di sana obrolan terhenti karena air sudah mulai panas. DS pun lalu masuk kamar mandi untuk membersihkan diri setelah seharian berkegiatan.
Di sana DS sebelum masuk kamar mandi, menyebut satu 'kuncian', yakni sedekah. Jika sedekah dilakukan tiap hati, tanpa ada rasa ingin dibalas, alias ikhlas, maka jalan apa saja untuk menuju sukses akan terbuka.
"Satu lagi, sedekah coba dilakukan. Dari sejak muda kaya gini belajar sedekah dulu, terus belajar sedekah plus ikhlasnya, Insya Allah jalan ada saja," kata DS sambil masuk kamar mandi milik warga.