Ciri-ciri itu berupa seseorang menjadi pemurung, kehilangan rasa percaya diri, dan tidak bisa ambil keputusan.
Namun, menurut Dedi Mulyadi, Ambu Anne tidak mengalami ketiga ciri korban KDRT tersebut.
“Pertanyaannya adalah apakah ada tanda-tanda itu pada embu Anne? Murung terus, tidak bisa mengambil keputusan, kehilangan percaya diri, menurut saya terbalik. Embu sebagai bupati saat ini justru sangat percaya diri,” kata Dedi Mulyadi.
Dalam hal keuangan, Dedi Mulyadi juga bertanya soal kekurangan apa yang ada dalam urusan ekonomi.
Menurutnya, Ambu Anne juga telah menerima banyak fasilitas negara sebagai Bupati Purwakarta.
Dedi Mulyadi juga mengungkap jika anak-anaknya pun sudah idup dengan cukup.
“Anak yang paling besar sudah hampir selesai di Unpad. Yang kedua masuk di Unpar Fakultas Hukum, biayanya dari mulai uang masuk sampai biaya kos saya yang jamin. Bungsu lagi lucu-lucunya diasuh oleh Teh Elis,” ungkapnya.
“Biaya pengasuhannya gaji tiap bulannya saya yang menjamin karena tanggung jawab saya sebagai kepala keluarga,” kata dia.
Dedi Mulyadi juga mengaku jika sejumlah aset keluarga sudah cukup bagi anak cucu. Bahkan aset-aset ini masih diurus Dedi yang merogoh kocek hingga puluhan juta perbulan.
Baca Juga: 2 Alasan Anne Ratna Mustika Yakin Cerai dengan Dedi Mulyadi, Ada KDRT dan Soal Keuangan
“Itu saya urus tiap hari dan bayar pajak juga listrik yang setiap bulannya lebih dari Rp 20 juta, itu saya yang bayar. Di situlah hidup saling bersama saling berbagi, urusan beras sudah ditanggung negara, urusan lain saya yang nanggung, termasuk aset-aset anak saya untuk masa depan,” ungkap Dedi Mulyadi. (*)