Sebagian masyarakat ada yang percaya jika batu Luh merupakan jelmaan ular buntung.
Ular buntung tersebut katanya merupakan peliharaan sosok yang memiliki tubuh tinggi besar penguasa wilayah sana.
Dengan kuatnya mitos tersebut, tak sedikit masyarakat setempat menyimpan sesajen di bawah batu Luh.
Bukan itu saja, zaman dulu ada juga warga setempat dan pendatang yang menjadikan batu Luh sebagai tempat pemujaan.
Namun, kini cerita soal mitos tersebut tinggal kenangan dan tak ada lagi yang menjadikan tempat tersebut sebagai pemujaan.
Meski begitu, masih saja ada kisah mistis yang tersimpan disana.
Saat ini keberadaan batu Luh dipercaya sebagai penjaga kawasan tersebut dari orang-orang jahat.
Jika ada yang berniat jahat, berbicara sembarangan, maka akan terserang sakit keras secara tiba-tiba. (*)